Mapos, Mamuju – Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat menghadiri Rapat Koordinasi Penelaahan Perubahan Nama Rupabumi Unsur Pulau yang dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom, Senin (20/04/2026).
Rapat ini dilaksanakan guna membahas usulan perubahan nama rupabumi serta penelaahan terhadap aspek teknis dan administrasi di wilayah Sulawesi Barat, termasuk adanya laporan penambahan satu pulau baru di wilayah Kabupaten Mamuju.
Dalam forum koordinasi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat diberikan kesempatan luas untuk menyampaikan penjelasan, klarifikasi, serta dukungan data yang diperlukan guna sinkronisasi penamaan unsur rupabumi. Proses telaah ini menjadi krusial untuk memastikan legalitas dan ketepatan data geografis daerah sesuai dengan standar nasional yang berlaku.
Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, memberikan tanggapan terpisah mengenai agenda strategis ini. Murdanil menyatakan bahwa penataan nama rupabumi merupakan langkah penting dalam menjaga kedaulatan informasi geospasial dan ketertiban administrasi wilayah. Menurutnya, penelaahan ini bukan sekadar urusan teknis penamaan, melainkan juga menyangkut identitas daerah dan perlindungan aset wilayah kedaulatan Sulawesi Barat, terutama dengan adanya temuan satu pulau baru di Kabupaten Mamuju yang memerlukan legalitas penamaan secara resmi.
Sejalan dengan visi pembangunan daerah, Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, senantiasa menekankan pentingnya akurasi data wilayah sebagai fondasi perencanaan pembangunan yang efektif. Suhardi Duka dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa setiap jengkal wilayah Sulawesi Barat, termasuk pulau-pulau kecil, harus terdata dengan baik agar program pemberdayaan masyarakat pesisir dan pengelolaan sumber daya alam dapat tepat sasaran serta memiliki payung hukum yang kuat.
Melalui hasil rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh dokumen administrasi mengenai perubahan nama rupabumi dan pencatatan pulau baru tersebut dapat segera dirampungkan. Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta menjaga dan mengenali nama-nama rupabumi di lingkungannya sebagai bagian dari upaya mencintai dan menjaga kekayaan tanah mandat Sulawesi Barat.
(*)






