Video, Insiden di Aksi Demo Perawat, Kapolres Polman: Sudah Sesuai Protap

Gambar Video, Insiden di Aksi Demo Perawat, Kapolres Polman: Sudah Sesuai Protap

Mapos, Polman – Penanganan aksi demo para perawat honorer di Polman oleh pihak Kepolisian sempat menuai sorotan.

Dalam video berdurasi 00.27 detik, terlihat aparat kepolisian dalam menangani aksi demo diduga tidak sesuai protap, dimana ada salah satu oknum polisi berpakaian putih saat menangani massa aksi demo menarik rambut dari seorang dari massa aksi yang kemudian mengundang kekecewaan dan cibiran dari warga atas tindakan oknum polisi tersebut.

Video tersebut juga beredar di media sosial yang diunggah oleh akun facebook Maemunis Amin dan kemudian mengundang komentar miring dari warganet atas tindakan oknum polisi tersebut.

Disertai video, Maemunis Amin menulis melalui statusnya, Untuk ayahanda Kapolda Sulbar yang kami banggakan.
1. Jika di video ini sesuai PROTAP PENGAMANAN LAPANGAN, maka saya HORMAT DUA TANGAN.
2. Jika MELANGGAR PROTAP, mohon tertibkan anggotata.
# savePerawatIndonesia
# suportperawatPolman
# kami tidak akan berhenti demo tuan bupati!!

Kemudian status tersebut dikomentari oleh warganet, diantaranya, @Harland Alatas: Sy kira polisi itu mengayomi dan melindungi masyarakat kok sadis begitu ya…???

@Dian Daniaty : Polisi pengayom dan pelindung rakyat..hilangkan slogan itu?!!!!!
Saya tunggu suara ketua PPNI Sulawesi Barat. Harman Arman

@Ikbal Kalelan : Dia mungkin tidak tahu kalau seragamnya itu uang rakyat.

@Atty Nardawati : Itu yg baju kemeja putih yg tarik rambutta kanda … Lawan

Dari video itu, sudah ada 70 warganet memberikan komentarnya dan 114 telah dibagikan.

Dikonfirmasi prihal tersebut, Kapolres Polman AKP Rifai menjelaskan, bahwa penanganan aksi demo tenaga honorer perawat sudah sesuai protap.

“Insya Allah, sudah sesuai protap. Kami punya video lengkapnya,” kata Rifai kepada mamujupos.com, Minggu (31/2/2019).

“Kita tahumi kalau orang mau menjatuhkan, ya begitumi,” sambung Rifai.

Rifai menambahkan, sebenarnya Maemunis ini tidak memiliki kapasitas untuk memberikan komunikasi, yang berhak itu adalah korlapnya Rudianto dan tiba-tiba Maemunis ini langsung ngerocos dan bentak-bentak ibu Direktur RSUD Polman dan pada saat itu massa juga hendak masuk ke ruangan RS. “Ya, kami cegah,” ujarnya.

“Kita juga sudah ingatkan berkali-kali, tapi malah suaranya Maemunis tambah kencang dan seperti yang terlihat dalam video itu, anggota menertalkan situasi,” pungkas Rifai.

Masih Rifai, bila mengikuti kepada aturan, aksi di RS itu dilarang, aturannya sangat jelas. “Undang-undang penyampaian pendapat dimuka umum kan tidak membolehkan di RS,” jelasnya.

Rifai mengatakan, usai aksi, korlapnya datang meminta maaf atas kejadian itu.

“Usai aksi, korlapnya atas nama Rudianto datang ke kami, dan meminta maaf, katanya maaf pak Kapolres tadi sempat ada insiden, saya bilang tidak apa-apa,” pungkasnya.

(usman)

Baca Juga