Mapos, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat resmi meluncurkan logo Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026. Peluncuran logo tersebut dilaksanakan pada akhir Rapat Koordinasi dan Pemantapan MTQ XI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Selasa (02/06/2026).
Peluncuran logo dilakukan langsung oleh Tenaga Ahli Gubernur Sulawesi Barat Bidang Kelembagaan dan Keagamaan, M. Yanas, serta disaksikan oleh jajaran Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat, pengurus LPTQ Provinsi Sulawesi Barat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten se-Sulawesi Barat, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten se-Sulawesi Barat, dan seluruh peserta rapat.
Peluncuran logo ini menjadi penanda dimulainya rangkaian persiapan dan sosialisasi pelaksanaan MTQ XI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026. Selain sebagai identitas resmi kegiatan, logo tersebut diharapkan dapat menjadi simbol semangat kebersamaan dalam menyukseskan perhelatan keagamaan terbesar di tingkat provinsi tersebut.
Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, S.E., M.A.P., menyampaikan bahwa peluncuran logo merupakan bagian penting dari tahapan persiapan MTQ XI sebagai bentuk kesiapan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Launching logo ini menjadi simbol dimulainya seluruh rangkaian persiapan MTQ XI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026. Kami berharap logo ini dapat menjadi pemersatu semangat seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan MTQ serta memperkuat syiar Al-Qur’an di Sulawesi Barat,” ujar Murdanil.
Ia juga mengapresiasi dukungan dan komitmen seluruh pemerintah kabupaten, Kementerian Agama, serta LPTQ yang telah menyatakan kesiapan dalam menyukseskan ĺ XI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026.
Dengan diluncurkannya logo resmi MTQ XI, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat optimistis pelaksanaan MTQ Tahun 2026 akan berjalan sukses, sekaligus menjadi momentum memperkuat pembinaan generasi Qur’ani dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat.
(*)






