Vaksin Covid-19 Tak Seseram yang Dibayangkan

0
210

Mapos, Majene — Pemerintah Indonesia terus berupaya meminimalisir penyebaran wabah Covid-19 dengan melakukan berbagai cara termasuk membeli vaksin yang nilainya cukup fantastis bahkan menguras kas negara. Berbarengan dengan itu, isu miring pun mulai menyeruak hingga berita hoax atas dampak buruk bagi penerima vaksin menghiasi jagat maya. Tak ayal, kebanyakan orang mulai mencari alasan untuk menghindari vaksin.

Pemerintah tak kehilangan akal untuk membujuk rakyatnya agar mau divaksin yang dimulai dengan vaksin perdana dilakukan Jokowi berikut kabinet kerjanya.

Alhasil, tidak ada keluhan berarti bagi pejabat tinggi negara usai divaksin. “Yah, itu mereka karena tentu menggunakan vaksin terbaik. Berbeda dengan kita yang rakyat jelata. Pasti vaksinnya asal-asalan,” celoteh salah seorang ASN di Majene yang enggan ditulis.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Pendistrubusian vaksin Covid-19 ke Kabupaten Majene pertama kali pada Januari 2021 lalu dan menurut rencana vaksinasi akan dimulai pada bulan itu. Namun,  karena terjadi musibah bencana gempa bumi sehingga vaksinasi Covid-19 jenis Sinovac tahap pertama dilaksanakan pada Rabu 10 Februari 2021 di Puskesmas Totoli.

Demi mendapatkan kepercayaan masyarakat, pemerintah kabupaten mendahulukan pejabat setempat termasuk Forkopimda. Tujuannya tak lain adalah memberikan contoh kepada masyarakat supaya tidak takut dan penting baginya untuk mendapatkan vaksin agar terhindar dari Covid-19.

Tercatat ada 5 orang pertama yang mendapatkan vaksin di Majene yaitu Bupati Majene, Lukman, Ketua Komisi 3 DPRD M Safaat, Dandim 1401 Majene, Letkol Inf Yudi Rombe, Rektor Unsulbar Akhsan Djalaluddin, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Rakhmat Malik.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama sebanyak 1.400 dosis disiapkan bagi tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, dan bidan. Sedangkan tahap kedua diprioritaskan untuk TNI, Polri, dan ASN, dan tahap ketiga bagi masyarakat umum sampai seluruh masyarakat Majene selesai menerima vaksin pada tahun 2022.

Untuk Majene, vaksinasi yang diberikan bersifat himbauan, dan belum ada aturan yang membahas pemberian sanksi bagi siapapun yang menolak divaksin Covid-19.

Pada Kamis 4 Maret 2021, oleh Pemkab Majene kembali menjemput vaksin di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat dengan melibatkan beberapa pihak seperti Tim dari Dinas Kesehatan sebanyak tiga orang, PATWAL Polres Majene 4 orang dan  dipantau langsung oleh perwakilan Balai POM di Mamuju dan BPKP Provinsi Sulbar.

Kepala Gudang Farmasi Kabupaten Majene, Eka menyebut, data sasaran telah disiapkan yaitu 10.063 orang. ”Kegiatan vaksinasi tahap dua rencananya menyasar tenaga pendidik , guru, pegawai BUMN, instansi vertikal. Dan kini realisasinya sudah mencapai 30 persen,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Rakhmat Malik menambahkan.

Salah seorang ASN, Amiruddin, Senin (9/5/2021) menyebut dirinya sudah menerima vaksin sebanyak dua kali. “Vaksin kedua selesai minggu lalu. Alhamdulillah, tidak ada efek samping sama sekali yang ditimbulkan. Hanya saja, yang namanya suntikan tentu ada rasa perih. Selebihnya biasa saja,” akunya.

Senada dengan Elvany. Pegawai BUMN ini juga mengaku telah divaksin sebanyak dua kali. “Awalnya memang saya agak ragu dan takut. Tapi setelah divaksin, tidak ada efek yang ditimbulkan. Tidak seperti yang kita bayangkan sebelumnya. Alhamdulillah vaksin Covid-19 aman,” katanya meyakinkan.

(fjr/)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.