Mapos, Mamuju – Anggota Komisi I DPRD Sulbar dari Partai Golkar H. Thamrin Endeng menyayangkan pernyataan Gubernur Sulbar terkait perubahan urutan teks Pancasila. Ia menilai pembahasan soal ideologi Pancasila telah selesai.
“Jangan lagi ada perdebatan soal ideologi karena memang tidak perlu dipersoalkan lagi, ” katanya saat menerima puluhan aksi Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) di ruang rapat komisi DPRD Sulbar, Selasa (21/11/2017).
Thamrin menegaskan, siapapun yang ingin merubah dan menodai Pancasila wajib dilawan. Dan jika ada yang berani merubah urutan teks Pancasila, sama halnya berniat membubarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Sangat konyol bila ingin merubah urutan teks Pancasila. Masing-masing urutan di teks Pancasila memiliki arti sambung menyambung dan urutan teks Pancasila itu telah final. Bisa jadi orang yang terobsesi merubah ideologi Pancasila adalah kelompok yang hendak merongrong kedaulatan NKRI,” tandasnya.
Jika masih ada pihak tertentu yang mempermasalahkan dasar negara Indonesia maka sama saja peradaban orang itu semakin mundur.
“Saya patut berikan apresiasi yang positif bagi adik-adik mahasiswa yang berupaya menjaga dan merawat ideologi Pancasila,” kata Thamrin.
“Saya mengajak kepada semua adik-adik mahasiswa dan pelajar untuk bebas berpikir secara konstruktif demi pembangunan bangsa, asalkan tidak menyebarkan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila,” imbuhnya.
Ia menilai, statemen yang dikeluarkan oleh Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar tentang perubahan urutan teks Pancasila adalah bahasa pasar.
“Dan perlu kita gugat institusi kesehatan yang memeriksa ABM pada saat mencalonkan diri menjadi gubernur Sulbar,” tandasnya.
Seorang pemimpin daerah tidak selayaknya membuat gaduh daerah ini. Jika ada yang ingin merubah Pancasila, maka orang itu patut dipertanyakan asal usul serta track record nya selama ini.
(maman)







