Sosok Patmawati-Lukman di Mata Pemilih Pemula Milenial

  • 15 Okt 2020
  • Pilkada
  • R Fajar Soenoe
  • 473
Gambar Sosok Patmawati-Lukman di Mata Pemilih Pemula Milenial

Mapos, Majene — Pilkada serentak 09 Desember 2020 tinggal menghitung hari. Dari dua kandidat yang akan bertarung di Pilkada Majene, pasangan nomor urut 01 Patma-Lukman mendapat respon positif dari banyak kalangan, salah satunya dari komunitas Relawan Jaringan Muda.

Relawan yang menamakan diri JARIMU (JARINGAN MUDA) Patma-Lukman yang di ketuai Akhmad Rifai juga berkomentar bagaimana sosok pemimpin yang layak untuk Kabupaten Majene.

Dalam melanjutkan estafet kepemimpinan di Kota Pendidikan menurut Rifai, pasangan yang paling pantas ialah Patmawati-Lukman.

“Tentunya, pasangan ini tidak asing dikalangan warga Majene.  Terkhusus di kalangan kami kaum pemilih milenial, keduanya kami kenal sebagai sosok yang humanis dan merakyat,” ungkap Rifai, Kamis (15/10/2020).

Apalagi kata dia, Ny Patmawati merupakan seorang istri penggagas MP3 yaitu almarhum Fahmi Massiara.

“Ibu Patma selalu bilang dalam setiap kesempatan ketika menyapa warga Majene bahwa hanya raga beliau yang pergi, tetapi jiwa semangatnya tetap hadir untuk kemajuan masyarakat Majene. Begitu pun juga dengan Bapak Lukman. Beliau seorang yang benar-benar lahir dari keluarga yang sangat sederhana, anak seorang nelayan yang jauh dari pusat kota Majene tepatnya di Sendana menjadikannya ia tumbuh dan besar sebagai sosok yang santun, rendah hati dan pekerja keras,” ungkap Rifai.

Atas dasar itulah lanjut Rifai, sehingga, menjadi alasan bagi diri dan kaum millenial lainnya memilih pasangan Lukman untuk mendampingi Ny Patmawati.

“Tentunya, harapan kami supaya program MP3 gagasan almarhum Fahmi Massiara tetap berkelanjutan,” kata Rifai.

Lebih jauh kata dia, sejumlah isu miring yang dialamatkan kepada Patmawati dengan menyebut identitas suku oleh pihak lain adalah pencederaan demokrasi di tanah air.

“Hari ini, saya sebagai kaum milenial harus angkat bicara, mengurai fakta sejarah lokalitas antara Mandar-Makassar di bawah kepemimpinan Tumaparisi’ Kallona Raja Gowa ke IX (1510-1546) yang berketurunan Mandar mampu mengangkat derajat Rakyat Gowa sebagai salah satu raja pertama yang memiliki visi maritim serta di masa pemerintahannya mampu menyatukan dua kerajaan besar antara Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo,” ungkap Rifai.

“Sehingga kalau ada yang sebut hari ini ibu Patmawati tidak layak memimpin Majene kedepan hanya persoalan identitas kesukuan itu pernyataan yang sangat tidak layak dan tidak patut untuk ditiru bagi kandidat manapun yang akan berkontestasi khusus Pilkada Majene 2020,” imbuhnya.

Kembali lagi menurut Rifai, pasangan Patma-Lukman cukup memberikan angin segar bagi masyarakat Majene sebagai pusat Kota Pendidikan di Sulbar adalah sisi latar belakang Ny Patmawati yang sudah puluhan tahun mengabdi sebagai tenaga pendidik.

“Ia lahir sebagai seorang akademisi. Begitupun juga Bapak Lukman yang selalu memperhatikan dunia pendidikan di Majene, salah satunya pernah menjadi Ketua Komite di SMAN 1 Sendana,”ucapnya lagi

“Tentunya Komunitas JARIMU ini menaruh harapan besar kedepannya kepada pasangan Patma-Lukman untuk kemajuan Kota Majene dan mampu bersaing dengan kabupaten-kabupaten lain khsususnya yang ada di Sulbar terutama soal dunia Pendidikan,” tambahnya.

(*)