Seorang Penumpang Beberkan Perlakuan Tak Menyenangkan Oknum Karyawan Wings Air di Bandara Tampa Padang

Gambar Seorang Penumpang Beberkan Perlakuan Tak Menyenangkan Oknum Karyawan Wings Air di Bandara Tampa Padang

Mapos, Mamuju – Perlakuan yang tak menyenangkan diberikan pihak manajenen Wings Air, Lion Group, kepada salah seorang penumpang di Bandara Tampa Padang Mamuju.

Betapa tidak, perlakuan pengancaman yang diperlihatkan oknum karyawan Wings Air tersebut sepatutnya tidak perlu terjadi.

Kamil yang merupakan korban dari pengancaman itu menceritakan kronoligis kejadiannya.

Pada Sabtu, 16 November 2019, ia sekeluarga memakai maskapai Wings Air dari Makassar menuju Mamuju.
Setibanya di Bandara Tampa Padang Mamuju, ia menuju tempat pengambilan barang. Lantaran terburu-buru, ia tidak menyadari bahwa barang yang dibawanya salah. Itu pun ia sadari setelah tiba di kediamannya.

“Setelah di rumah kami baru sadar ternyata barang yang kami bawa bukan barang kami dan segera kami menghubungi petugas bandara yang kami kenal untuk menginformasikan terkait salah ambil barang ini,” ucapnya, saat dikonfirmasi mamujupos.com, Selasa (19/11/2019).

Setelah dari koordinasi itu, esoknya, tanggal 17 November 2019, pukul 09.55, Wita, oknum karyawan Wings Air menelpon dengan bahasa yang tidak sopan.

“Kami di telepon dari oknum karyawan Wings Air dengan bahasa yang kurang sopan, menganggap serta menuduh kami mengambil barang orang lain yang sebenarnya barang kami juga tertinggal dan dia meminta agar mengantarkan barang tersebut dan menukarnya di sore hari,” sebut Kamil.

Menjelang sore harinya, tiba-tiba kami ada acara dadakan bersama keluarga, pihak Wings Air Mamuju kemudian kembali menelpon dan marah-marah, bahkan mengancam.

“Saya ditelpon oknum karyawan itu dengan nada marah dan mengeluarkan kata-kata ancaman dan meminta kami pada magrib nanti untuk membawa barang yang di maksud. Pada saat itu kami tidak membawa barang yang tertukar itu karena kami tidak berada di rumah sedang mengikuti acara keluarga,” ujar Kamil.

Beberapa menit kemudian, pemilik barang yang tertukar itu menelpon. Dalam percapan itu, kami sepakat untuk bertemu esok harinya di Bandara.

Pertemuan itu pun teralisasi pada 18 November, pukul 15.00 Wita. Setibanya di Bandara, Dia (Kamil) hendak menukarkan barangnya yang tertukar. Tiba-tiba oknum karyawan tersebut datang dengan membawa senjata tajam jenis parang dan masuk ke ruangan kedatangan Bandara. Terjadilah percekcokan.

“Pada hal niat saya baik, datang dan ingin menukar barang yang tertukar tapi tiba-tiba oknum karyawan itu datang dan membawa parang sambil marah-marah dan berkata kepada saya, dia bilang kalau melawanko saya parangiko. Pengancaman itu terjadi di ruang kedatangan,” kata Kamil meniru ucapan oknum karyawan tersebut.

Dari kejadian itu, Kamil menyayangkan tindakan oknum karyawan tersebut. Ia menilai lemahnya peraturan di Bandara yang tidak sesuai SOP.

“Disini kami sangat sayangkan, peraturan di Bandara tidak sesuai SOP. Kok bisa-bisanya senjata tajam bisa masuk, padahal wilayah Bandara adalah tempat yang steril,” kata Kamil.

Kamil menambahkan, dari peristiwa itu, ia mempertanyakan kemampuan dalam menyeleksi petugas Wings/Lion dalam mempekerjakan orang yang tidak profesional di bidangnya dan tidak memiliki sopan santun dalam berbicara dan bertindak.

“Sungguh sangat disayangkan, manajemen Wings/Lion air yang merupakan perusahaan transportasi besar tidak mampu melakukan training kepada karyawannya serta lemahnya keamanan Bandara Tampa Padang Mamuju Sulawesi Barat dalam meloloskan pihak-pihak yang masuk ke dalam pintu kedatangan dengan membawa senjata tajam,” jelasnya.

Atas persoalan, Kamil kemudian melaporkan tindakan pengancaman itu ke Polresta Mamuju.

Sementara Oknum Karyawan Wings Air, SD, saat dikonfirmasi belum memberikan pernyataannya, bahkan media ini mencoba menemui SD, namun yang bersangkutan berdalih sibuk.

“Maaf pak saya lagi sibuk,” kata SD saat dikonfirmasi via selulernya.

Kapolsek Kalukku, AKP Abdul Asis saat dikonfirmasi menyatakan, dari hasil keterangan anggota di TKP, tidak ada pengancaman, oknum karyawan Bandara itu dari kebun dan pada saat itu bukan jadwal tugasnya di Bandara. Kemudian oknum karyawan ini ditelpon sama rekannya untuk datang ke Bandara.

“Dari kebun itulah hingga parangnya terbawa masuk ke Bandara karena di telepon temannya,” cerita Abdul Asis.

Kesalahpahaman itu kemudian disolusikan dan sudah selesai, bahkan dari solusi itu keduanya sudah saling berpelukan. “Artinya persoalan selesai,” ucapnya.

Disinggung soal telah melapornya korban ke Polresta Mamuju soal pengancaman, Abdul Asis mengatakan, dirinya belum mengetahui hal itu.

“Saya belum tau kalau ada laporan. bila memang terjadi pengancaman itu menjadi hak progratif pelapor,” ucapnya.

Abdul Asis menambahkan, dari hasil mediasi yang dilakukan baiknya mempergunakan asas manfaat, bagaimana mencari solusi yang baik dengan kasus seperti ini.

“Dan kedepannya kita akan lebih tertibkan lagi masalah bandara,” tutupnya.

(usman)

Baca Juga