Mamuju  

Selokan Tersumbat, Siapa Bertanggungjawab?

Mapos, Mamuju – Pemukiman di jalan Muh. Tahir Imam Lapeo, Bonepaas Kelurahan Binangan, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju tidak didukung lingkungan yang bersih. Hal itu terlihat dari kotornya selokan yang dipastikan jadi tempat bersarangnya nyamuk.

Selokan tersumbat.

Pantaun mamujupos.com, mayoritas warga di Bonepass tinggal berdempetan. Selokan atau parit di sekitar lokasi terlihat kotor. Air di selokan pun tampak cokelat kehitaman serta kehijauan. Tak hanya itu, air dalam parit dibiarkan menggenang dan tersendat.

Warga di Bonepaas, Rifai (47), tidak membantah kondisi di lingkungannya yang tidak bersih. Rifai pun memastikan genangan air kotor tersebut menjadi tempat bersarangnya nyamuk.

“Memang air di parit kotor. Selain itu, air menjadi tidak mengalir karena saluran selokan tersumbat,” jelasnya saat ditemui di rumahnya, Jumat (23/2/2018).

Genangan air selokan.

Sejumlah parit yang berada di jalan Muh. Tahir Imam Lapeo, kata Rifai, dijadikan warga sebagai tempat membuang air sisa rumah tangga. Menurutnya, kegiatan bersih-bersih oleh pemkab Mamuju belum terlaksana. Biasanya pada jumat tahun lalu, Pemkab Mamuju dengan programnya Mamuju Mapaccing selalu membersihkan selokan maupun rumput disekitar lokasi perumahan dibantu warga namun kegiatan tersebut sudah tidak dilaksanakan lagi. Entah kenapa ?

Munculnya sarang nyamuk disebabkan dari lingkungan yang tidak bersih dan sehat.

“Nyamuk-nyamuk bersarang di tempat kotor. Intinya, kebersihkan lingkungan harus dijaga,” tutur Ira warga sekitar Bonepaas.

(wahid)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...