Saksi Dugaan Kube Fiktif Resmi Melapor ke Polres Majene

  • 23 Des 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 668
Gambar Saksi Dugaan Kube Fiktif Resmi Melapor ke Polres Majene

Mapos, Majene — Salah seorang saksi yang minta namanya tidak disebutkan secara resmi melapor ke penyidik di Sat Reskrim Polres Majene, Senin (23/12/2019).

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara Republik Indonesia (Apkan RI) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Muhammad Arifullah bersama sejumlah anggotanya mengaku, pihaknya telah mengantar saksi untuk melapor ke penyidik Polres Majene.

“Kita sementara mendampingi saksi melapor ke penyidik Polres terkait dugaan Kelompok Usaha Bersama (Kube) fiktif Di Dinas Sosial Majene,” katanya.

Ia menyebut, sebagai langkah awal, pihaknya baru membawa seorang saksi.

“Nanti, dalam pengembangan dan polisi masih membutuhkan saksi lain, kami (Apkan) siap menghadirkan,” kata Arifullah.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Majene AKP Pandu Arief Setiawan membenarkan adanya saksi yang tengah melapor.

“Yang bersangkutan sementara memberikan keterangan kepada penyidik,” aku Pandu.

Diketahui, ada dugaan Kube fiktif sebagai penerima bantuan sosial di Majene dan telah menjadi perhatian publik.

Dugaan Kelompok Usaha Bersama (Kube) fiktif itu menguat lantaran oleh LSM DPW Apkan RI Sulbar menemukan sejumlah kejanggalan dalam administrasi kelompok penerima bantuan.

“Kita lihat saja seperti apa akhir dari potensi kerugian negara ini,” kata Arifullah.

Ia juga mengaku, setelah isu Kube fiktif diusung oleh lembaganya untuk ditindaklanjuti ke aparat terkait, tidak sedikit ancaman dan teror melalui telepon genggam miliknya dia dapat.

“Banyak yang menelpon dengan nada mengancam. Tapi saya tidak tanggapi,” akunya.

Disinggung soal, apakah pihak Apkan akan minta perlindungan hukum kepada pihak berwajib, Arifullah mengatakan, sejauh ini belum sampai ke arah sana.

“Tapi kalau sudah tidak tahan, saya juga akan melaporkan si peneror,” tegasnya.

(***)