Polisi Itu Bukan Malaikat, Tapi Hatinya Bak Malaikat

Oleh : Muh. Sudirman Al Bukhori Redaktur Pelaksana mapos.com
Oleh : Muh. Sudirman Al Bukhori
Redaktur Pelaksana mapos.com

Mapos, Mamuju – Seorang kakek dengan ransel plastik ditangannya harus menempuh perjalanan 56 kilo meter dengan berjalan kaki (Kalukku – Mamuju). Bila ditempuh dengan menggunakan kendaraan memakan waktu sekitar dua jam.

Begini kisahnya. Lantaran tak memiliki biaya sepersenpun untuk ke Malunda, Kakek ini rela berjalan kaki dari Kalukku ke Mamuju.

Mette (70). Itulah nama kakek itu. Ia mulai berjalan kaki pada jumat pekan lalu (17/11/2017) dan tiba di Mamuju pada ke esokan harinya, Sabtu (18/11/2017).

Nasib berkata lain, Mette yang akan melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki menuju ke Malunda bertemu dengan salah satu anggota Sat lantas Polres “Metro” Mamuju yang sedang bertugas mengatur arus lalu lintas.

Merasa iba melihat kakek itu, anggota Sat Lantas yang diketahui bernama Abdul Rahman memanggil kakek itu.

“Kakek darimana dan mau kemana bawa tas”, kata Abdul Rahman.

Dengan bahasa yang sederhana, kakek itu membalas pertanyaan Abdul Rahman. “Mau ke Malunda Nak,” jawab Mette.

Terjadilah dialog singkat antara Abdul Rahman dan Mette, hingga Mette diboyong ke Kantor Sat lantas Polres “Metro” Mamuju.

Mungkin bila kita berada pada posisi itu maka sudah pasti kita akan mengabaikan Kakek itu, tapi berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Abdul Rahman dan ini bisa menjadi contoh buat kita semua.

Menolong Mette dan membelikan makanan. Tak hanya itu, Mettepun diberikan bekal uang saku selama di perjalanan hingga ke Malunda. Tak sampai diisitu saja, Abdul Rahman pun mencarikan kendaraan angkutan umum untuk Mette dan membayar semua biaya kendaraan yang ditumpangi Mette.

Polisi itu bukan Malaikat tapi hatinya seperti Malaikat.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...