Perumda Air Minum Majene Terapkan EPC System yang Merupakam Teknologi Penjernih Air Pertama di Sulbar

0
387

Mapos, Majene — Seiiring dengan bertambahnya penduduk sudah barang tentu kebutuhan air baku juga turut meningkat. Untuk itu Perusahaan Umum Daerah (Perumda) air minum Kabupaten Majene terus melakukan upaya peningkatan mutu air untuk didistribusikan kepada pelanggan.

Salah satu upaya yang dilakukan antara lain membenahi dan menyempurnakan sarana dan prasarana perusahaan pada istalasi pengolahan air (IPA) di Galung Lombok.

Melalui kerjasama PT Prisma, Perumda Air Minum Majene melakukan peningkatan pelayanan dan mutu air baku dengan cara membangun teknologi proses pengolahan air yang lebih bersih, akurat dan efisien.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Menurut Konsultan Ahli dari PT Prisma, Effendy, proses pengolahan air yang tengah dikerjakan adalah teknologi Ejector Pneumatic Cagulation (EPC) System yaitu proses pengolahan air melalui 3 tahapan yakni proses aerosi, koagulasi dan flokulasi.

“Dimana alat ini akan lebih cepat, terukur dan efisien dalam proses penjernihan air dan menghilangkan bau serta mikroorganisme pada air,” sebut Effendy, Jum’at (01/10/2021).

Dikatakan, pembangunan EPC System di Galung Lombok adalah yang pertama kali diujicobakan di Sulawesi Barat untuk Kabupaten Majene. “Sebelumnya kita sudah berhasil membangun di beberapa kota di Indonesia, namun ini adalah yang pertama di Sulawesi Barat,” ungkapnya.

Kelebihan teknologi ini kata dia, tidak diperlukan lagi Static Mixing , maupun Speed Agitator, namun cukup dikombinasi dengan dipasang V-Noth Thomson. “V-Noth, disamping berfungsi sebagai proses coagulasi juga sebagai flow indicator pada proses pengoolahan air. Mudah untuk dioperasikan dan tidak diperlukan operator yang berpengalaman,” bebernya.

Selain itu, juga efektif untuk menurunkan kandungan besi, manganese, microorganisme, bakteri an Aerob dan warna akibat organic dan lainnya yang ada di dalam air baku.serta effisiensi menurunkan kandungan tersebut yang bisa mencapai 90 hingga 96 persen.

“Biaya operasional atau maintenance  yang relatif murah, tidak perlu ada yang diperbaiki, material mudah dicari dan tidak ada ketergantungan alat. Bahan kimia yang digunakan juga banyak dipasaran dan tidak memerlukan bahan kimia khusus terlebih lagi cenderung lebih hemat. Tidak perlu menggunakan media khusus. Penggantian media dapat mencapai 5 sampai 6 tahun satu kali. Lossis atau air yang terbuang untuk back wash  (pencucian filter) sangat sedikit yaitu antara 0,35 hingga  0,5 persen saja dari jumlah produksi. Sedangkan kualitas air dapat dicapai sesuai Permenjes 416/1990 atau Permenkes 32/2017 air bersih,” ungkapnya.

Dia berharap teknologi ini dapat bermanfaat bagi Perumda Air Minum Majene untuk meningkatkan pelayanan dan kualitas air kepada masyarakat.

Pada kesempatan sama, Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Ir Muhammad Arlin Aras berharap dengan terbangunnya sarana dan prasarana ini  dapat meningkatkan layanan kepada masyarakat serta dapat dikelola dengan baik dan berkelanjutan.

“Kedepannya, kita akan terus berbenah demi pelayanan prima kepada masyarakat Majene dalam mendukung visi misi yang dicanangkan oleh Bupati dan Wakil Bupati terpilih yakni Majene Unggul, Mandiri dan Religius,” ucap Arlin Aras.

Dia berharap, dengan adanya teknologi  ini Perumda Air Minum Majene dapat menjadi Perumda yang unggul dan mandiri dalam hal pelayanan terhadap masyarakat.

(fajar/red)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.