Penyelenggaraan Jenazah, Materi Hari Ketiga Pelatihan Calon Imam dan Khatib

Mapos, Mamuju – Kegiatan Pelatihan Calon Imam dan Khatib 2026 yang dilaksanakan di Hotel Berkah, Kabupaten Mamuju, memasuki hari terakhir. Pelatihan ini diikuti oleh 35 pemuda yang berasal dari berbagai remaja masjid dan madrasah yang ada di Kabupaten Mamuju dan Kecamatan Kalukku, Senin (09/03/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi imam dan khatib yang baik, serta memiliki pemahaman keagamaan yang kuat di tengah masyarakat.

Selama pelatihan berlangsung, para peserta mendapatkan berbagai materi terkait kepemimpinan dalam ibadah, teknik penyampaian khutbah, serta penguatan pemahaman keislaman. Pada hari terakhir pelatihan, materi terakhir disampaikan oleh Ust. Namru Asdar selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mamuju dengan judul materi Penyelenggaraan Jenazah.

Dalam pemaparannya, dijelaskan tata cara pengurusan jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam, mulai dari memandikan, mengkafani, menyalatkan hingga proses pemakaman.
Para peserta mengikuti sesi tersebut dengan penuh perhatian karena materi tersebut dinilai sangat penting bagi calon imam dan khatib yang nantinya akan berperan langsung di tengah masyarakat.

Sebelumnya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan pembinaan generasi muda di bidang keagamaan tersebut. Menurutnya, pelatihan seperti ini sangat penting untuk melahirkan calon imam dan khatib yang berkualitas di tengah masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan calon imam dan khatib ini. Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan untuk membimbing masyarakat serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dan persatuan di daerah masing-masing,” ujar Suhardi Duka.

Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, juga memberikan apresiasi atas semangat para peserta yang mengikuti pelatihan hingga hari terakhir.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan menjadi imam dan khatib, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Kami berharap para peserta dapat mengamalkan ilmu yang didapatkan serta aktif dalam kegiatan keagamaan di lingkungannya,” ungkap Murdanil.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat kembali ke daerah masing-masing dan berkontribusi sebagai imam maupun khatib yang mampu memberikan pencerahan serta memperkuat kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...