Pendukung Paslon 01 Pilih Nonton Debat lewat Siaran Langsung

0
30

Mapos, Majene — Menggerakkan massa dalam Pilkada serentak 2020 di masa pandemi Covid-19 adalah perbuatan yang dilarang oleh pemerintah. Untuk itu, pendukung Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Majene, nomor urut 01 Patmawati-Lukman memilih nonton debat publik putaran kedua di rumah masing-masing melalui siaran langsung.

Kendati siaran yang diunggah KPU melalui kanal FB terputus-putus, namun para pendukung ini bertahan untuk tetap menyaksikan visi-misi kandidatnya.

Dari pantauan, nampak ratusan massa pendukung Paslon 01 berada di rumah kediaman Calon Bupati Majene Patmawti, Sabtu (28/11/2020).

Menurut, Irfan Pasewang para relawan Paslon 01 sudah beberapa kali meminta untuk mengarak kandidatnya hingga ke Gedung LPMP Sulbar di Kelurahan Rangas, namun oleh Patmawti melarang.

“Ibu tidak mau melanggar komitmen yang sudah dibuat bersama aparat keamanan. Akhirnya, teman-teman memilih menonton debat melalui siaran langsung di rumah ibu,” kata Irfan.

Disinggung soal apakah tidak akan terjadi klaster baru setelah ada acara kumpul-kumpul di rumah pribadi Patmawati, Irfan Pasewang mengatakan, sebelum memasuki rumah, semua tamu di wajibkan pakai masker dan cuci tangan pada tempat yang sudah disediakan.

“Semua tamu wajib pakai masker, cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer dan tentunya atur jarak,” ucap Irfan.

Sayangnya kata dia, massa pendukung Paslon 02 tidak mengindahkan aturan dan menyalahi komitmen untuk tidak ada pengerahan massa selama tahapan Pilkada 2020.

“Makanya kita nyaris bentrok dengan kubu sebelah. Mereka, seenaknya saja menggerakkan massa hingga ke LPMP. Ini yang kedua kalinya mereka lakukan. Ironinya, tidak ada tindakan tegas dari pihak terkait. Kalau mau adu kekuatan, kita juga punya massa, tapi bukan seperti itu yang diharapkan kandidat kita. Beliau selalu menenangkan. Katanya, kalau kami berbuat diluar ketentuan, maka beliau dianggap tidak mampu membendung massanya,” ungkap Irfan Pasewang.

Dia menilai, dengan adanya pergerakan massa yang dilakukan oleh pihak sebelah, maka sudah menjadi indikator penilaian bahwa pemimpinnya tidak mampu menggiring rakyat menuju kebaikan.

“Massa sekecil itu saja dia tidak bisa bendung apa lagi mau memimpin Majene? Atau mungkin dia sengaja mau membuat Pilkada di Majene jadi chaos? Entahlah,” pungkas tokoh pemuda ini.

(ipunk)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.