Mapos, Matra – Mendekati pergantian tahun 2017, puluhan perawat tenaga honorer RSUD Ako Mamuju Utara (Matra) mogok kerja hingga pelayanan kesehatan menjadi lumpuh. Sabtu (30/12/2017).
Mogoknya puluhan tenaga honorer ini dipicu lantaran pembayaran honor jasa medik yang diberikan ke perawat tidak sesuai dengan ketentuan.
Bahkan dibeberapa titik ruangan tak terlihat adanya para perawat.
Menanggapi aksi mogok, Bupati Mamuju Utara Agus Ambo Djiwa langsung mendatangi RSUD Ako dan mengumpulkan semua petugas agar tetap melakukan perawatan serta pelayanan kesehatan terhadap pasien rawat inap dan kontrol.
Agus mengatakan, persoalan mogoknya perawat karena adanya mis comunication. Para perawat menuntut haknya berdasarkan honor yang sama dengan tahun lalu, sementara honor yang dibagikan tahun ini berdasarkan Permenkes 28 tahun 2014.
“Perawat menuntut haknya, mereka inginkan honornya sama dengan tahun kemarin, sedangkan honor yang diberikan itu sesuai dengan Permenkes 28 tahun 2014,” terangnya.
Sementara itu, Dirut RSUD Ako Matra Drg. Munawir H Usman, SKG yang ditemui mengatakan, selama hari libur ini kita akan standbykan 33 ASN dibagian perawatan untuk tetap memberikan pelayanan terhadap pasien yang ada di RSUD Ako.
“Mengantisipasi kekurangan perawat, 33 ASN kita standbykan untuk tetap memberikan pelayanan terhadap pasien,” tutupnya.
Dari pantauan mamujuposcom hingga minggu 31 Desember 2017, tak nampak adanya perawat dan pelayanan di RSUD Ako.
(jhoni)






