Nilai IID 2023 Sulbar Turun, Ini Tanggapan Bapperida

Mapos, Mamuju — Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo menyinggung penurunan Nilai Indeks Inovasi Daerah (IID) Sulawesi Barat tahun 2023.

Penilaian itu diungkap saat menjadi Narasumber dalam pelaksanaan FGD Tematik RPJPD 2025-2045 terkait Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan di Sulawesi Barat, Selasa lalu (23/3/2024).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Junda Maulana, mengatakan, akan meningkatkan variabel kreatif dan capaian produk inovasi daerah di tahun ini.

“Bapperida Sulbar akan memperhatikan setiap indikator dalam pengukuran IID. Dimana terdapat sekitar 20 indikator yang harus dipenuhi oleh daerah untuk meningkatkan capaian nilai Indeks Inovasi Daerah,” sambung Junda.

Klarifikasi Junda dipertajam Plt. Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida, Muh. Saleh. Dia mengungkapkan sejumlah langkah yang akan segera dilakukan. Yakni :
• Meningkatkan sosialisasi dan edukasi tentang inovasi kepada seluruh pemangku kepentingan.
• Melakukan Inventarisasi dan penjaringan seluruh Inovasi yang ada di Provinsi Sulawesi Barat terutama untuk penilaian Indeks Inovasi Daerah dan keikutsertaan dalam Innovative Government Award (IGA).
• Bersama Tim Inovasi yang telah dibentuk akan melakukan pendampingan, sosialisasi, pembinaan yang lebih intens.
• Selain itu, juga akan dilakukan coaching clinic dan pendampingan terhadap pemenuhan kriteria indikator Penilaian Indeks Inovasi Daerah (IID) agar dapat dipenuhi oleh para Inovator.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Indeks Inovasi Daerah (IID) Sulawesi Barat dapat meningkat dan menjadi lebih inovatif dalam berbagai bidang.

Dorongan Pj. Gubernur Sulbar, Prof Zudan Arif Fakrulloh yang menargetkan setiap pejabat eselon III di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki setidaknya satu inovasi, menjadi peluang untuk meningkatkan aspek kuantitas inovasi di Sulawesi Barat.

(*/adv)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...