Naim Samad: Petahana Tidak Pernah Mendaftar ke PPP

Gambar Naim Samad: Petahana Tidak Pernah Mendaftar ke PPP

Mapos, Mamuju – Ketua Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Mamuju, Naim Samad, membeberkan kronologi sehingga banyak kader PPP dinilai berbalik arah.

Dia juga menyanggah pernyataan Sekretaris DPW Nasdem Sulbar, Muhammad Jayadi, pada salah satu media online.

“Saya sudah berusaha memberikan jawaban, tapi belum dimuat. Jadi, terkait pernyataan pak Jayadi ini, kami di tim penjaringan mengatakan bahwa pertama, masa penjaringan bakal calon sesuai petunjuk DPP itu dimulai pada 25 Oktober hingga 30 Desember 2019. Kedua, hingga pendaftaran ditutup kami hanya menerima 1 pendaftar yaitu Sutinah Suhardi. Artinya, Tina pendaftar tunggal di PPP,” beber Ketua PAC PPP Kecamatan Kalukku ini melalui WhatsApp Massanger, Senin (11/08/2020).

“Sementara dalam pemberitaan, Santa sendiri pun mengakui bahwa pihaknya mengajukan berkas petahana itu di bulan Februari. Padahal saya sejak awal membuka komunikasi ke petahana untuk mendaftar,” imbuhnya.

Dia menilai, upayanya itu sebagai bentuk PPP welcome kepada smua calon.

“Namun tidak diindahkan dengan alasan yang tidak jelas. Setelah ditutup baru mereka mau mendaftar. Nah, itu kan tidak sesuai prosedur, disitu poinnya. Pak Jayadi seharusnya tahu letak kekeliruannya,” kata Naim.

Alasan ketiga, sambungya, berkas yang diserahkan Jayadi pada Ketua PDC PPP, Irfan Topporang, bukan sebagai bentuk pendaftaran. Tetapi hanya sekedar menitipkan berkas.

“Setelah tim penjaringan rapat dan saya laporkan terkait pernyataan dan foto pak Jayadi ke Ketua DPC PPP, rupaya itu bukan pendaftarn. Tapi penitipan berkas untuk diajukan ke DPW. Katanya, komunikasi awalnya itu ingin silaturrahmi sekaligus menitip berkasnya,” ungkap Naim.

Sesuai arahan DPW PPP, Irfan pun menerima berkas itu. Namun tetap dinilai bukan pendaftaran.

Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya tanda terima pendaftaran dari petahana dan tidak ada pengisian formulir dari petahana.

“Kata pak ketua Irfan, jika ada berarti tanda tangannya dipalsukan. Jadi bedakan mendaftar dengan menitip berkas,” pungkasnya.

(*)

Baca Juga