Menanti Kesatria Berikutnya Setelah Andi Mappangara

0
181

2017-10-27_06.12.34

Mapos, MUNDUR dari jabatan ketua DPRD sulbar dan Bendahara DPD Partai Demokrat adalah langkah terbaik bagi Andi Mappangara. Hal ini perlu dilakukan demi harkat dan martabat diri dan keluarga, keutuhan partai, serta demi daerah.

Bolak-balik nama Andi Mappangara disebut-sebut dalam proses hukum yang sedang dijalaninya. Fakta persidangan praperadilan itu adalah sebuah beban yang teramat berat, bukan saja bagi Andi Mappangara dan keluarganya, melainkan bagi semua pihak, khususnya Partai Demokrat.

Secara moral dan etika, nama Andi Mappangara sudah “jatuh” di mata publik. Sebagai ketua DPRD yang sedang berkuasa, the rulling party, harga yang harus dibayar pasti sangat mahal apabila Andi Mappangara masih tetap bercokol dalam jabatannya itu. Karena itu, tak perlu lagi Andi Mappangara menunggu keputusan hukum yang berkekuatan tetap. Dengan sikap kesatria dan penuh rasa tanggung jawab, Andi Mappangara nyatakan mundur dari dua jabatan yang diembangnya.

Memang amat jarang terjadi dalam sejarah politik Indonesia seorang pejabat publik mundur dari jabatannya. Tak pernah terjadi seorang pejabat yang terindikasi terlibat tindak pidana korupsi menyatakan mundur. Dengan bersembunyi di balik “belum adanya keputusan berkekuatan hukum tetap”, mereka malah terus mempertahankan kekuasaannya.

Ini berbeda dengan negara-negara lain, seperti Prancis, Italia, Amerika Serikat, Jepang, yang pejabatnya langsung menyatakan mundur begitu namanya mulai disebut-sebut terlibat dalam sebuah kasus. Mereka menyadari, secara etis mereka pasti tidak proper lagi dalam posisinya sebagai pejabat publik.

Kita sangat berharap Andi Mappangara mampu meruntuhkan “tabu mundur” dalam sejarah politik daerah ini. Karena itu, ketua DPRD Sulbar ini jangan lagi bersembunyi di balik dalil, biarkan lembaga hukum yang membuktikannya. Pernyataan seperti itu bukanlah pernyataan seorang pimpinan. Itu adalah tanggung jawab moral dan etika pemimpin politik.

Andi Mappagara juga sebaiknya tidak lagi terus berdiri di belakang Partai Demokrat. Dirinya adalah Kader Demokrat yang harus bertanggung jawab atas persoalan yang tengah melandanya. Kasus hukum yang mendera partai politik tempat Andi Berdiri adalah juga menjadi tanggung jawabnya.

Makanya, Andi Mappangara lebih baik mundur dan fokus pada kasus hukum yang tengah membelitnya. Dia adalah Kader partai berkuasa pada zaman SBY menjadi Presiden, dan dengan mundur berarti Andi Mappangara memberikan ruang kepada penyidik hukum untuk bertindak lebih fokus. Dengan tetap berkuasa, hal itu pasti akan mempengaruhi hubungan yang bersifat kelembagaan, termasuk dengan Kejaksaan Tinggi. Dengan mundur, ia sangat membantu proses hukum.

Mundurnya Andi Mappangara juga penting untuk menjaga moral dan kinerja Partai Demokrat. Haruslah disadari bahwa masalah yang membelit Andi Mappangara akhir-akhir ini tidak hanya berimplikasi pada Andi pribadi tapi juga bisa berimplikasi pada nama baik partai. Apalagi menjelang 2019, Partai Demokrat tentu membutuhkan kekuatan lebih yang dapat menjamin langkahnya dalam merebut kursi parlemen.

Sulit bagi Partai Demokrat untuk bisa meraih banyak suara apabila para petinggi dan elite partai tersandung kasus hukum. Ini akan menjadi preseden buruk bagi Partai Demokrat sebagai partai yang berkuasa di mana dalam pernyataannya selalu mendengungkan komitmen kuat untuk pemberantasan korupsi.

Mumpung masih ada waktu untuk berbenah diri, saatnya Andi Mappangara legowo mundur. Langkah mundur tersebut juga sangat membantu Partai Demokrat. Dalam posisinya sebagai ketua DPRD dan Sekretaris DPD Demokrat, jangan sampai masalah internal partai memengaruhi pemilihan yang tinggal dua tahun ini.

Mundur juga penting bagi harkat dan martabat keluarga. Sebagai anak muda dengan segudang pengalaman dalam berbagai organisasi sosial, politik, dan kemasyarakatan, Andi Mappangara pasti punya banyak idola, seabrek pendukung, dan barisan penyanjung. Karena itu, dia harus tunjukkan segi-segi etika serta wujud sikap kesatria seorang pemimpin. Sikap kesatria itulah yang sekarang ditunjukkan Andi Mappangara dengan legowo “Mundur”.

Andi Mappangara punya basis massa dan jaringan hingga daerah-daerah. Ia pun juga punya pendukung dan loyalis. Memaksa ia mundur justru akan memecah-belah partai dan menguntungkan lawan politik. Karena itu, mengundurkan diri adalah langkah paling elegan yang diambil oleh Andi Mappangara.

Selanjutnya, masyarakat Sulbar menanti kesatria-kesatria berikutnya.

“Legowo itu kata yang cocok didengungkan”.

Mamuju, 27 Oktober 2017

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.