Masyarakat Tandalangngan Ancam Memisahkan Diri dari Kabupaten Mamasa

0
25

Mapos, Mamasa – Ratusan mahasiswa, pelajar dan masyarakat sipil asal wilayah Tandalangngan mengancam akan memisahkan diri dari Kabupaten Mamasa apabila tuntutan mereka terkait pembangunan infrastruktur jalan Tabone, Nosu dan Pana’ tidak diindahkan. Mereka mendesak Pemkab Mamasa dan Pemprov Sulbar lebih serius.

Pernyataan tersebut diteriakkan dalam aksi demonstrasi yang digelar pada Senin (9/3/2020) oleh Aliansi Masyarakat Sipil Tandalangngan Tandasau’ Menggugat (AMSI-TTM) di depan Kantor Bupati Mamasa.

Risal Landolalan selaku Jenderal lapangan dalam orasinya menegaskan, bahwa akses jalan penghubung Tabone, Nosu dan Pana’ hingga kini belum mendapat perhatian serius dari Pemerintah. Baik Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten.

“Faktanya kondisi jalan saat ini, di usia Kabupaten Mamasa yang ke-18 tahun masih layaknya kubangan kerbau,” teriak Risal.

Dikonfirmasi usai menggelar audens bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa dan DPRD, Risal menyatakan akan segera melakukan kajian bersama para tokoh di wilayah Tandalangngan khususnya Kecamatan Nosu, Pana’ dan Tabang untuk mengambil sikap memisahkan diri dari Kabupaten Mamasa. Apabila aspirasi mereka dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut, tidak mendapat perhatian serius.

“Jelas hal ini akan menjadi bahan kajian bersama, dan jika persoalan jalan Kecamatan Nosu dan Pana’ tidak mendapat kejelasan maka kami tidak akan segan-segan menyampaikan kepada masyarakat untuk memisahkan diri dari Kabupaten Mamasa. tegas Risal Landolalan

Hal ini ditegaskan oleh Risal lantaran dinilai bahwa hasil audens mereka dengan pihak pemerintah tidak mendapat kepastian akan realisasi dari tuntutan yang mereka ajukan.

“Sama sekali tidak mempunyai kejelasan karena pemda juga memberi informasi yang simpang siur. Jadi kami akan kembali melakukan diskusi untuk menyikapi persoalan ini lebih lanjut,” ungkap Risal.

Pertemuan berlangsung di ruang pola kantor Bupati dihadiri Bupati Mamasa H. Ramlan Badawi bersama beberapa pejabat pemkab Mamasa dan Ketua DPRD Mamasa Orsan Soleman didampingi beberapa anggota DPRD Mamasa.

Bupati Mamasa H. Ramlan Badawi dalam merespon aspirasi massa menyataka pihak telah berupaya maksimal dalam memperjuangakan akses jalan menuju Kecamatan Nosu dan Pana’. Sehingga saat ini pihaknya telah mengajukan perubahan status jalan tersebut dari jalan strategis Provinsi menjadi Jalan Provinsi, dimana program pembangunannya menjadi kewenangan secara penuh oleh Pemerintah Provinsi.

Walaupun demikian pemerintah Kabupaten tidak pernah lepas tangan dalam memastikan akses jalan khususnya di dua Kecamatan tersebut tetap bisa dilalui.

“Membangun infrastruktur jalan ke Nosu dan Pana’ tidak semuda membalikkan telapak tangan. Karena APBD tidak mampu mebiayai sementara ada 17 Kecamatan di Kabupaten Mamasa yang harus dilayani secara adil,” ungkap Ramlan.

Oleh sebab itu, agar jalan tersebut bisa tetap dilalui, pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerjaan umum dan Dinas Pertanian telah menurunkan dua unit alat berat berupa exavator untuk mengatasi masalah jalan yang saat ini dikeluhkan warga.

“Ada beberapa kecamatan yang kondisinya sama tapi kami masih lebih memprioritaskan wilayah Tandalangngan, untuk memastikan akses jalan ini bisa terus dilalui masyarakat,” tegas Ramlan.

Adapun terkait pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pekerjaan Umum yang diminta peserta aksi, Bupati Mamasa menyatakan belum bisa merealisasikan dalam tahun anggaran 2020 ini. Pasalnya selain APBD Mamasa 2020 yang belum memadai, juga karena regulasi yang belum mengizinkan sesuai dengan PP 41 tahun 2018 khusu Kabupaten Mamasa.

“Kita justru mau kalau UPTD ada di tiga wilayah dalam Kabupaten Mamasa, tetapi kembali pada ketersediaan APBD yang jadi kendala dan juga regulasi yang belum membolehkan Kabupaten Mamasa untuk membangun UPTD. muda-mudahan 2021 kita bisa upayakan,” papar Ramlan dihadapan ratusan peserta aksi.

(anis)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.