Sebanyak 2.006 Siswa Dapat Beasiswa dan Perlengkapan Sekolah

Mapos, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyiapkan bantuan pendidikan untuk 2.006 peserta didik melalui program beasiswa dan pengadaan perlengkapan sekolah pada 2026.

Program tersebut tidak hanya menyasar siswa berprestasi, tetapi juga anak dari keluarga kurang mampu serta peserta didik berkebutuhan khusus. Pemerintah daerah menempatkannya sebagai salah satu upaya memperluas akses pendidikan sekaligus mencegah anak putus sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulbar Muhammad Nehru Sagena mengatakan program tersebut merupakan bagian dari prioritas Gubernur Sulbar Suhardi Duka dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

“Kalau itu kan salah satu program prioritasnya Pak Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, untuk misi ketiga, membangun SDM yang unggul dan berkarakter sekaligus memenuhi janji-janji kampanye beliau kemarin,” kata Nehru saat dikonfirmasi, Jumat 11 September 2026′.

Berdasarkan alokasi yang disiapkan Disdikbud Sulbar, terdapat 350 penerima beasiswa berprestasi yang terdiri atas 160 siswa SMA, 90 siswa SMK, dan 100 siswa SLB.

Selain itu, sebanyak 600 peserta didik dari kategori afirmasi atau kurang mampu juga mendapat beasiswa. Rinciannya 240 siswa SMA, 230 siswa SMK, dan 130 siswa SLB.

Sementara untuk perlengkapan pendidikan seperti seragam, sepatu, tas, buku dan kebutuhan lainnya, bantuan dialokasikan bagi 1.056 peserta didik. Jumlah tersebut terdiri atas 512 siswa SMA, 272 siswa SMK, dan 272 siswa SLB.

Dengan demikian, total alokasi penerima program beasiswa dan perlengkapan pendidikan mencapai 2.006 peserta didik.

Menurut Nehru, program tersebut juga diarahkan untuk menekan angka anak tidak sekolah di Sulbar. Pemerintah tidak hanya ingin mendorong anak yang belum bersekolah agar kembali mendapatkan akses pendidikan, tetapi juga menjaga agar siswa yang sudah berada di bangku sekolah tidak berhenti di tengah jalan.

“Yang kedua itu juga sebagai salah satu upaya untuk menurunkan angka anak tidak sekolah sekaligus memastikan agar yang sementara bersekolah tidak putus,” ujarnya.

Di sisi lain, bantuan pendidikan juga menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap siswa Sulbar yang mampu mengukir prestasi di tingkat nasional.

Nehru menyebut penghargaan tersebut diberikan kepada anak-anak berprestasi dalam berbagai bidang, mulai dari olahraga, seni, iman dan takwa (imtak), hingga hafalan Al-Qur’an.

Namun, program tersebut tidak hanya diberikan berdasarkan prestasi akademik maupun nonakademik. Pemerintah juga memberikan perhatian kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu dan peserta didik difabel.

“Serta beasiswa bagi anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu dan difabel. Jadi itu menunjukkan kepedulian pemerintah bahwa kita non-diskriminasi,” pungkasnya.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...