Manajemen RSUD dan BPJS Dinilai Tidak Transparan

Mapos, Matra – Puluhan perawat RSUD Ako Matra yang melakukan Aksi mogok pada sabtu (30/12/2017) kemarin, mendatangi rumah jabatan (rujab) Bupati Matra Agus Ambo Djiwa.

Kedatangan mereka ingin mengadukan nasibnya kepada Bupati terkait tidak transparannya manajemen RSUD dan BPJS soal honor jasa medik.

Pada pertemuan itu, sempat terjadi kesalahpahaman. Bupati beranggapan bahwa, aksi mogok puluhan perawat telah memberikan citra buruk terhadap Rumah sakit di Mamuju Utara.

Setelah mendengar penjelasan para perawat akhirnya bupati memahami aksi mogok sejumlah perawat.

Dari hasil pertemuan itu, akhirnya menemui titik kerang, para perawat berjanji akan kembali bekerja di RSUD seperti sediakala dan berharap agar bupati segera menyelesaikan masalah ini.

Sementara itu, Bupati Matra Agus Ambo Djiwa mengatakan, mogoknya para perawat dikarenakan adanya mis comumication dengan pihak manajemen RSUD. Hasil dari kesepakatan bersama, para perawat hari ini telah kembali melaksanakan tugasnya.

Agus mengatakan, tuntutan para perawat ini akan kita kaji karena ini masalah nafkah.

“Saya akan melakukan rapat dengan pihak manajemen RSUD dan BPJS untuk menggali masalah ini agar tidak ada yang dirugikan,” tutur Agus.

Sementara itu, salah satu perawat, Mardin yang ditemui mengatakan, adanya ketidak transparan pihak RSUD dan BPJS dalam mengelola dan membayar jasa medik, masalah inilah yang membuat para perawat melakukan aksi mogok.

“Perawat melakukan aksi mogok dikarenakan tidak adanya transparan pihak RSUD dan BPJS dalam mengelola dan membayar jasa medik,” tutupnya.

(jhoni)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...