Majene Tawarkan Ini ke Pihak Jepang, Tapi Hanya Dua yang Jadi Perhatian

  • 24 Sep 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 247
Gambar Majene Tawarkan Ini ke Pihak Jepang, Tapi Hanya Dua yang Jadi Perhatian

Mapos, Majene — Membangun kerja sama antar kedua negara tentu tidak mudah, namun jika kita siap dengan segala potensi, maka pasti upaya itu tidak akan sia-sia.

Melihat potensi yang dimiliki Kabupaten Majene membuat Pemerintah Provinsi Sulbar ingin mengeksplorenya dengan mendatangkan investor.

Melalui Dewan Pakar Gubernur Sulbar – Dr Yundini Husni Djamaluddin, Pemprov Sulbar melakukan upaya pertemuan antara Pemkab Majene dengan pihak Jepang sebagai investor.

Pertemuan yang dilakukan di salah satu Rumah Makan di Pamboang itu, Senin (23/9/2019) Pemkab Majene menghadirkan Wakil Bupati Majene – Lukman, Asisten II, Kadis Nakertrans, Kadis Pertanian dan Peternakan, Kadis Perdagangan, Kadis Budpar, Kadis PM PTSP, Sekretaris DPKAD, Kabag Kerjasama Setda Majene, Mewakili Kadis. Kelautan, Bapeda, staf Bag Humas Setda Majene, Sekcam Pamboang, Lurah Lalampanua, Perwakilan Unsulbar.

Sedangkan dari pihak Jepang menghadirkan Asosiasi Pertimbangan Hukum Pemerintah Jepang diantaranya Kasugai Taro (Law Office Spring Sun), Kusumoto Tsunahiro, Ujihara Takahiro dan Shigejumi Tomoo.

Diketahui Asosiasi Perimbangan Hukum Pemerintah Jepang adalah lembaga yang berkompeten memberikan rekomendasi arahan, kebijakan dan landasan hukum setiap kerjasama yang dibangun oleh pemerintah dan perusahaan di Jepang.

Salah Seorang Kepala Bidang di Bapeda Majene – Afiat Mulwan memaparkan sejumlah potensi yang dimiliki Kabupaten Majene antara lain yaitu metalurgi yang merupakan bahan dasar untuk pembuatan mur dan baut.

Selain itu, Afiat Mulwan juga menyebut potensi dari sektor pertanian dengan komoditas buah kelapa dalam yang sabutnya dapat dijadikan bahan dasar jok mobil, kursi dan spring bed.

Demikian pula dengan tempurung kelapa, ikan tuna dan ikan terbang.

“Untuk memasarkannya cukup mudah, karena Majene didukung oleh dua pelabuhan yang dapat mengakses Makassar dan Mamuju bahkan sampai ke Kalimantan,” papar Afiat Mulwan.

Lebih jauh Afiat memberikan potensi lain yang dimiliki Kabupaten Majene supaya pantas dilirik pihak Jepang yaitu dukungan sumber daya manusia yang dapat diandalkan karena telah dibangun dua perguruan tinggi negeri dan Balai Latihan Kerja.

Dari hasil paparan tersebut, pihak investor Jepang fokus terhadap potensi ikan tuna dan tenaga Keperawatan Unsulbar.

Kenapa ikan tuna? Dari paparan yang disampaikan, perairan Majene termasuk dalam alur migrasi tuna sehingga dengan intervensi teknologi yang tepat, maka potensi produksi sangat menjanjikan.

Teknologi yang dapat dikembangkan adalah alih teknologi dalam bahasa Jeoang disebut Teichi Ami.

Taichi Ami ini sudah turun temurun dikembangkan di negara jepang.

“Ini yang diharapkan dapat diinvestasi di majene. Dan ini sangat mendapat respon positif dari pihak investor, karena memang Jepang menjadi negara pengimpor tuna terbesar di dunia,” kata Wakil Bupati Majene – Lukman.

Terkait tenaga keperawatan yang memang sangat dibutuhkan di Jepang dengan syarat menguasai bahasa Jepang dan punya sertifikasi keahlian, pihak Unsulbar yang diwakili oleh Pembantu Dekan Fakultas Kesehatan akan menangkap peluang ini dan mengusulkan kurikulum Bahasa Jepang menjadi mata kuliah lokal wajib di Fakultas Kesehatan.

“Ini adalah merupakan pertemuan awal dan kami berharap kedepannya akan ada lagi pertemuan lanjutan, guna menindaklanjuti hasil pertemuan malam ini,” tegas Lukman.

Pertemuan akan ditindaklanjuti dengan pengiriman data detail melalui surat elektronik melalui Dewan Pakar Gub Sulbar sebagai jembatan penghubung ke pihak investor.

(ipunk)