Lukman Titip Sejumlah Program Pembangunan di Majene yang Belum Tuntas

0
177

Mapos, Majene — Mantan Bupati Majene Lukman Nurman menitipkan sejumlah program pembangunan yang belum tuntas dia selesaikan diakhir masa jabatannya sebagai Bupati Majene.

“Puji syukur kehadirat tuhan yang maha Esa karena kita dapat bersama-sama hadir dalam rangka serah terima jabatan. Di hari yang berbahagia ini, saya sangat bahagia dan bangga, diibaratkan saya pelari maraton, Alhamdulillah saya sampai ke finish dan merasakan semua sebagai Bupati dan Wakil Bupati Majene selama 5 tahun bersama almarhum Fahmi Massiara,” ungkap mantan Bupati Majene, Lukman mengawali sambutannya pada acara Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Majene di Pendopo RujabBupatiMajene, Selasa (29/6/2021).

Ia menyebut, kondisi keuangan Kabupaten Majene di tahun 2021 mengalami devisit hingga Rp3 m. “Itu dikarenakan bencana nasional Covid-19 yang dibarengi dengan refocusinh ditambah lagi dengan bencana gempa bumi yang terjadi di Majene pada awal tahun 2021. Saya harapkan Bupati Majene dapat membuat keuangan daerah kembali normal,” ucap Lukman.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Dikatakan, sejumlah program juga rampung dia laksanakan seperti dana hunian bencana yang sudah dia serahkan ke masyarakat terdampak. Dana tersebut sudah masuk ke rekening masing-masing tahap ke 2. Dan yang paling terakhir saya sampaikan masalah relokasi tanah, juga saya sudah selesaikan,” beber Lukman.

Namun ada sejumlah program yang masih “tercecer” salah satunya adalah Water Front City.

Akhirnya, Lukman mengucapkan banyak terima kasi kepada seluruh jajaran atas kerjasama dibangun selama 5 tahun dan memohon maaf. “Terima kasih atas kerjasamanya selama ini. Dan saya memohon maaf sebesar-besarnya. Saya bersama keluarga memohon dimaafkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Majen, Andi Achmad Syukri Tammalele yang akrab disapa AST mengawali sambutannya mengatakan, pihaknya bersyukur karena dapat melaksanakan acara Sertijab kendati masih dalam suasana pandemi Covid-19.

“Atas nama Bupati Majene yang baru saja kemarin diamanahkan kepada saya melalui pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Majene masa jabatan 2021-2026. Alhamdulillah kita dapat melaksanakan acara serah terima kabatan dalam suasana antisipasi Pencegahan Pandemi Covid-19 untuk tetap mengikuti himbauan pemerintah dalam aspek kesehatan dengan memperhatikan protokol kesehatan 3M mencuci tangan, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan,” ucap AST.

Secata pribadi katanya, dia mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada mantan Bupati Majene H. Kalma Katta atas dukungan dan doa restunya serta Iradat Allah SWT sehingga dia dapat berdiri di hadapan hadirin. “Selanjutnya, kami juga mengucapkan terimakasih atas pelaksanaan acara serah terima jabatan ini terutama kepada bapak Gubernur Provinsi Sulbar dan seluruh anggota Forkopimda Kabupaten Majene serta kepada seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Majene yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu,” sebut AST.

Lebih jauh katanya, mengingat beratnya beban tugas sebagai Bupati dan Wakil Bupati yang akan keduanya emban kedepan, maka pada kesempatan itu AST – Aris memohon dukungan, bantuan, saran dan kritik yang membangun dari semua pihak. Dan terutama kami memohon doa agar kami selalu diberikan kesehatan, kekuatan dan selalu amanah dalam menjalankan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami,” ujar AST.

“Tidak ada lagi nomor 1, nomor 2. Yang ada adalah nomor 3 yaitu Persatuan,” tambahnya.

Pada kesempatan sama, Gubernur Sulbar melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sulawesi Barat, Drs. Muhammad Natsir, MM mengatakan, kondisi kekuatan fiskal Majene 4 tahun berturut-turut selalu surplus, namun pada tahun 2021 mengalami defisit karena ada bencana gempa dan penanganan Covid-19. Serah terima jabatan ini diharapkan dapat mengurangi defisit ini.

Harapan Gubernur Sulbar kata dia, di masa kepemimpinan ini akan ada perubahan yang sangat cepat. “Diharapkan pembangunan di Kabupaten Majene dapat berdampak positif dalam kemajuan provinsi,” katanya.

Mantan Pj Sekda Majene ini lebih jauh mengatakan, PI atau dana bagi hasil atas Pulau Lerek-lerekan masih belum final. “Pak Gubernur sudah melapor ke Ketua DPD RI terkait hal ini. Kita harus terus memperjuangkan halnya,” kata Natsir.

Tak lupa ia menyinggung soal ASN yang semestinya tidak ada pengotak-ngotakan pasca dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Majene. “Kepada para ASN, jangan lagi terkotak-kotak. Tidak ada 01 dan 02, mari kita bekerja bersama dalam membangun Kabupaten Majene khususnya, dan Provinsi Sulawesi Barat secara umum,” pungkas Natsir.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.