Mapos, Mamuju – Komando Daerah Militer XIV/Hasanuddin merupakan hasil reorganisasi Kodam VII/wirabuana sebagai tindak lanjut pemisahan Kodam VII/Wirabuana menjadi Kodam XIV/Hasanuddin. Hal ini sebagai wujud pembinaan Prajurit dalam rangka peningkatan motivasi juang dan nilai nilai luhur perjuangan.
Lambang dan sesanti Kodam XIV/Hasanuddin merupakan bagian dari tradisi yang merupakan cerminan tanda diri, ciri khas dan kebiasaan suatu satuan. Dalam rangka mendapatkan masukkan tentang lambang dan sesanti kodam maka di gelar Focus Group Discussion (FGD).
Diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion merupakan suatu proses pengumpulan informasi mengenai suatu masalah tertentu yang sangat spesifik.
Sedangkan Henning dan Columbia (1990) menjelaskan bahwa diskusi kelompok terarah adalah wawancara dari sekelompok kecil orang yang dipimpin oleh seorang narasumber atau moderator yang mendorong peserta untuk berbicara terbuka dan spontan tentang hal yang dianggap penting dan berkaitan topik.
FGD tersebut dilaksanakan di ruang persit Makorem 142/Tatag Rangas, Kecamatan Simboro yang di pimpin oleh Danrem 142 yang di wakili oleh Kasrem 142/Tatag Letkol Arh. M. Imran, M.Si.
Turut hadir diantaranya, perwakilan Kesbang pol Sulbar, Veteran, Insan Media, FKPPI, Kemenag, serta komponen masyarakat lainnya.
“Dari kegiatan ini, para peserta dapat memberikan masukkan tentang lambang dan sesanti Kodam XIV/Hasanuddin setia hingga akhir dan dilaporkan pada satuan atas Kodam XIV/Hasanuddin ” Ucap Kasrem 142/Tatag Letkol Arh. M. Imran. Jumat (22/12/2014).
Selain itu juga, peserta Focus Group Discussion sendiri banyak menyampaikan ide, saran dan gagasan tentang Lambang dan sesanti Kodam XIV/Hasanuddin di kaitkan dengan nilai nilai perjuangan disesuaikan dengan kearifan lokal serta mempertahankan nilai nilai kejuangan.
(fitria)
(Penrem 142/Tatag)







