Konvoi AST-Aris Dinilai Langgar Komitmen

  • 25 Sep 2020
  • Pilkada
  • R Fajar Soenoe
  • 1182
Gambar Konvoi AST-Aris Dinilai Langgar  Komitmen

Mapos, Majene — Pasca pengambilan nomor urut pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Majene pada Pilkada Majene 24 September 2020 di LPMP Sulbar kemarin, Paslon AST-Aris pulang dengan mengerahkan massa secara konvoi.

Menanggapi hal itu, juru bicara Tim Pemenangan Patma-Lukman, Hasriadi mengatakan, kubu sebelah melanggar komitmen yang telah disepakati untuk tidak membuat keramaian pada pencabutan nomor urut tersebut.

“Inilah lucunya, kita sudah komitmen dengan aparat untuk tidak melakukan pengarahan massa. Kami berkomitmen, dan mematuhi, hanya yang memperoleh undangan yang hadir, justru mereka yang melanggar, memaksakan konvoi yang massanya tidak seberapa,” ucap Hasriadi

Kata dia, pihaknya juga bisa mengerahkan massa lebih besar jika tidak ada komitment untuk tidak memobilasasi massa.

“Maksud aparat untuk tidak memobilasasi massa adalah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pemerintah tidak ingin ada klaster Pilkada. Kalau tidak ada itu, massa kami jauh lebih besar,” aku legislator PAN ini.

Dikatakan, masyarakat Majene bisa membandingkan saat deklarasi dan pendaftaran Bapaslon oleh Koalisi Assamalewuang pada 6 Sepetember 2020.

“Bisa dibandingkan, bagaimana melautnya massa kami sewaktu pendaftaran, bahkan 2 kali lipat. Dan disini kita bisa melihat, mana pemimpin yang komitmen, ya jelas Patma-Lukmanlah, dan jangan pilih yang ingkari komitmen, itu tidak amanah,” tegas Sekretaris DPD PAN Majene ini.

Dia yakin dengan perolehan nomor urut 1 Paslon Patmawati-Lukman adalah tanda akan menjadi pemenang nantinya.

“Nomor 1 itu ‘patta’ba” namanya. Akan menjadi nomor 1 di 09 Desember nanti, akan menjadi pemenang, Insya Allah,” kuncinya.

(*)