Kelola Retribusi dan Pajak, Majene Sharing ke Pangkep

  • 2 Apr 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 228
Gambar Kelola Retribusi dan Pajak, Majene Sharing ke Pangkep

Mapos, Majene – Untuk memaksimalkan tata kelola pajak dan retribusi, pihak eksekutif dan legislatif Kabupaten Majene sharing ke Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan.

Di ruang rapat Wakil Bupati Pangkep, Komisi II DPRD Majene Bidang Perekonomian dan Pembangunan bersama sejumlah pihak eksekutif Pemkab Majene melakukan sharing informasi terkait pengelolaan pajak dan retribusi, Senin (1/4/2019).

Hadir dalam kegiatan itu Ketua Komisi II DPRD Majene –
– Marsuki Nurdin, anggota Komisi II DPRD Majene – Djamaluddin Rachim, Jahsan dan Miharja.

Sementara pihak eksekutif Pemkab Majene yang hadir, Asisten I Setda Majene – Ir Iskandar, MM, Asisten III Setda Majene – Asri Albar, SE, MM, Staf Ahli Bidang Kesra – Zainal Arifin, SE, M.Si, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata – A Beda Basharoe, S. Sos, M.AP, Kabag Umum Setda Majene – Hj. Lies Herawati, Kabag. Persidangan – A Devianti Arna dan staf Bagian Humas Pemkab Majene.

Dalam pertemuan itu, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Pangkep – Dr Ahmad, M. Si menyebut, prinsip dasar membangun destinasi wisata dibangun bukan untuk wisatawan, tapi untuk masyarakat sebagai obyek jasa bagi wisatawan.

“Persoalan PAD yang menjadi locus pada hari ini, tidak semua di take oleh Disparbud, tapi ada juga yang dipungut oleh OPD lain,” katanya.

Kalau dari segi real, sebut Ahmad, pendapatan Pangkep dari sektor retribusi dan pajak masih jauh dari yang diharapkan.

Ia memberi contoh, Desa Wisata Tompobulu berbasis masyarakat dikelolah oleh Pokdarwis Dentong, dengan jumlah pengunjung sebanyak 20 ribu orang pada tahun 2018, mendapatkan retribusi pertahun Rp110 juta semua masuk ke kas Desa Tompobulu.

Pada kesempatan sama Ketua Komisi II DPRD Majene – Marsuki Nurdin mengatakan, banyak informasi secara personal yang dia dapatkan terkait pajak dan retribusi di Kabupaten Pangkep sehingga memang pantas pihaknya bersama eksekutif berguru ke Pangkep.

Namun, tak lupa ia berucap terima kasih atas sambutan yang diberikan pemerintah setempat.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Majene Andi Beda mengungkapkan bahwa, melihat kondisi kedua daerah yakni Pangkep dan Majene sepertinya ada kemiripan karena masing-masing daerah berada pada garis pantai.

Lebih jauh ia memaparkan pengelolaan pajak dan retribusi sektor pariwisata di Kabupaten Majene setiap tahun mengalami kenaikan.

“Kami fokus ke wisata bahari seperti Wisata Bahari Dato’. Disana ada sentuhan dari DAK Pariwisata, karena Majene ditetapkan sebagai destinasi wisata di Sulbar,” sebut Andi Beda.

Begitu juga rencana induk pengembangan pariwisata di Majen, akan ada kerjasama dengan Univeraitas Trisakti Jakarta.

(ipunk)