Kebangkitan Kelapa Sawit Semakin Nyata, Harga CPO Per 12 November Naik Lagi

Gambar Kebangkitan Kelapa Sawit Semakin Nyata, Harga CPO Per 12 November Naik Lagi

Mapos, Mamuju – Sukses menguat dalam beberapa hari terakhir, harga Crude Palm Oil (CPO) terus mengalami peningkatan. Hal ini akan terus berpotensi melanjutkan tren positifnya dalam jangka waktu menngah dan panjang. Meskipun begitu, tren pelemahan harga komoditaspun masih harus terus diperhatikan.

Dalam sepekan terakhir, harga CPO berhasil menembus naik 2,42%. Hal ini disebabkan dengan faktor permintaan yang cukup tinggi, terutama untuk kebutuhan biodiesel.
Namun secara umum, harga komoditas masih cenderung tertekan, hal ini disebabkan karena krisis global dan tensi perang dagang yang masih fluktuatif, disusul dengan pergerakan dolar AS yang cenderung menguat.

Perang dagang seharusnya menjadi momentum untuk bisa mendorong permintaan CPO yang lebih baik dari China. Selain itu, musim kemarau berkepanjangan juga bisa memicu el nino dan bisa menjadi sentiment positif bagi harga CPO.

Membaiknya harga sawit saat ini kemungkinan baru akan terasa manfaatnya pada tahun depan. Apalagi, prospek konsumsi minyak sawit global diprediksi akan tumbuh 7,1% di 2019 dan 5,1% di 2020. Angka tersebut otomatis akan jauh lebih tinggi dibandingkan capaian rata-rata 5 tahun terakhir, yang hanya berkisar di angka 2,9%.

Hilirisasi Jadi Kunci
Sulawesi Barat merupakan daerah penghasil kelapa sawit di Pulau Sulawesi. Memiliki luas wilayah 205.251 hektar dengan potensi pertumbuhan 25,51% dalam periode 2015 – 2019. Untuk menstabilkan harga tersebut, seharusnya pelaku usaha kelapa sawit memiliki resep jitu di tengah gonjang ganjingnya harga TBS, dengan memproduksi turunan sawit sendiri agar tidak ketergantungan dengan ekspor dalam maupun luar negeri.

Program jangka panjang merupakan langkah yang ideal dalam mengembangkan hilirisasi industri. Dengan produksi CPO sebesar 588.597 Ton mestinya Sulbar bisa mencukupi kebutuhan minyak sawit untuk dijadikan produk turunan.

Banyak hal yang dapat dilakukan dan sudah seharusnya masyarakat Sulbar merasakan dampak dari produk turunan sawit sebagai alternatif bahan bakar dan kebutuhan dapur lainnya.

(luthfi)