Mapos, Mamuju – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Mamuju berhasil membongkar jaringan peredaran narkoba jenis sabu.
Kasi Humas Polresta Mamuju Iptu Herman Basir mengatakan bahwa terhitung bulan Maret dan April 2026 Satnarkoba berhasil ungkap 4 kasus narkoba jenis sabu.
Pada pengungkapan kasus di bulan Maret 2026, Satnarkoba berhasil mengamankan seorang pria berinisial ABT (22), warga asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat bruto 76,95 gram.
Berdasarkan hasil penyelidikan, barang haram tersebut berasal dari Malaysia dan dikendalikan oleh seorang tersangka berinisial URI. Dia adalah terpidana yang saat ini tengah menjalani masa hukuman di Lapas Bulukumba.
“Satresnarkoba Polresta Mamuju akan melakukan penjemputan terhadap tersangka Uri setelah masa hukumannya selesai guna proses penyidikan lebih lanjut,” tegas Herman.
Dia melanjutnya, pada bulan April 2026 Satresnarkoba Polresta Mamuju kembali berhasil mengungkap tiga kasus penyalahgunaan narkotika dengan mengamankan tiga orang tersangka, yaitu:
•SA (28), warga Kabupaten Polewali Mandar, dengan barang bukti sabu seberat bruto 19,05 gram
•A (46), warga Kecamatan Tommo, dengan barang bukti sabu seberat bruto 12,32 gram
•SB (22), dengan barang bukti sabu seberat bruto 1,40 gram
Dari keseluruhan pengungkapan kasus narkotika jenis sabu selama periode Maret hingga April 2026, Satresnarkoba Polresta Mamuju telah mengamankan 4 orang tersangka dengan total barang bukti sabu seberat bruto lebih dari 110 gram (1 ons lebih).
Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun.
Polresta Mamuju mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi terkait peredaran narkoba di lingkungan masing-masing, demi menciptakan wilayah yang aman dan bebas dari narkotika.
(*)






