Mapos, Mamuju – Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat Murdanil, menghadiri kegiatan Workshop Pemuda Lintas Agama yang digelar di Mamuju, Rabu (26/2/2026). Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi generasi muda untuk memperkuat toleransi dan komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama di daerah.
Workshop yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme tersebut menghadirkan pemuda dari berbagai latar belakang agama untuk berdialog, berbagi gagasan, serta membangun sinergi lintas iman. Sejumlah narasumber dari unsur pemerintah dan tokoh masyarakat turut memberikan pandangan mengenai pentingnya kolaborasi generasi muda dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Dalam sambutannya, Murdanil menegaskan bahwa peran pemuda sangat strategis dalam merawat harmoni sosial. Ia menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan juga wadah membangun jejaring, memperkuat saling pengertian, serta menanamkan nilai moderasi beragama sejak dini.
“Pemuda adalah garda terdepan dalam menjaga persatuan. Jika sejak dini sudah dibiasakan berdialog dan saling memahami, maka kita optimistis Sulawesi Barat akan tetap menjadi daerah yang rukun dan damai,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka memberikan perhatian serius terhadap penguatan nilai toleransi dan kebhinekaan. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan kepemudaan lintas agama merupakan bagian dari komitmen membangun daerah yang inklusif dan harmonis.
Workshop ini mengangkat tema besar tentang sinergi dan kolaborasi lintas iman, yang tercermin dari latar kegiatan dengan simbol kepingan puzzle sebagai representasi keberagaman yang saling melengkapi. Para peserta tampak aktif mengikuti sesi pemaparan materi hingga diskusi interaktif.
Di akhir kegiatan, para peserta menyatakan komitmen bersama untuk terus merawat kebhinekaan sebagai kekuatan utama dalam membangun Sulawesi Barat yang damai, toleran, dan berdaya saing. Pemerintah daerah pun berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak komunitas pemuda di seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Barat.
(*)






