Kapolres Majene Tangguhkan Mahasiswa Terduga Penganiaya, HMI Berucap Terima Kasih

0
384

Mapos, Majene — Ditahannya sejumlah anggota HMI Cabang Majene atas dugaan penganiayaan yang dia lakukan terhadap salah seorang anggota Polres Majene, Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian melakukan penagguhan penahanan atas ketiga tersangka.

Menurut Kapolese Majene, alasan penangguhan keempat tersangka lantaran sebuah alasan. Salah satu diantanya adalah bahwa ibu tersangka tengah mengalami sakit.

Menurut Febryanto Siagian, pihaknya tidak melarang atas unjuk rasa yang digelar oleh mahasiswa atau masyarakat manapun. “Hanya saja perlu dilakukan denganĀ  cara-cara elegan,” tegas Febryanto Siagian dihadapan mahasiswa, Jum’at (7/10/2021) malam.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

“Yang terjadi kemarin adalah, adik-adika kita yang mahasiswa atau HMI berunjuk rasa denga anarkis. Anggota dipukul, ditendang dan sampai jatuh ke got. Korban melapor, makanya kita proses dan ditahan setelah memenuhi unsur pidana,” tambahnya.

Dikatakan, pihaknya juga melakukan upaya pendekatan terhadap keluarga tersangka dengan cara meminta keluarga tersangka agar bermohon untuk penangguhan penahanan tehadap para tersangka. “Tapi, adik-adik kita ini tidak mau bersabar sampai harus demo lagi ke Polres. Kita tangguhkan dengan alasan kemanusiaan. Itulah alasannya,” tegas Febryanto Siagian.

Sementara itu, salah seorang Alumni HMI Cabang Majene, Irfan Pasewang mengatakan, pihaknya mengapresiasi Kapolres Majene karena telah melepas anggota HMI yang ditahan oleh polisi.

Kata dia, Kapolres Majene sangat tepat dalam mengambil keputusan dengan menangguhkan para tersangka karena mahasiswa atau HMI adalah bagian dari rakyat yang selalu menyuarakan kepentingan rakyat.

“Mereka tidak bergerak atas dasar kehendak sendiri atau kelompok, tapi untuk kepentingan rakyat. Kalau terjadi insiden dalam menyuarakan kepentingan rakyat terhadapa petugas, itu juga patut harus dimaklumi karena negara kita adalah negara demokrasi,” kata Irfan.

Dia juga minta kepada adik-adik mahasiswa agar dalam menyuarakan aspirasinya harus sesuai dengan ketentuan yang ada dan berharap semoga kedepan antara aparat kepolisian dan HMI bisa saling bersinergi di lapangan , tidak ada lagi insiden yang dapat merugikan kedua belah pihak,” pungkasnya.

(fajar/red)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.