Kakanwil Kemenkumham Sulbar: Kita Akan Bangun Lapas Wanita dan Anak

Mapos, Mamuju – Kepala Kanwil Kemenkumham Sulbar, Andi Farida mengungkapkan pembangunan lapas wanita di Kalukku merupakan bagian dari strategic planning yang dia gunakan untuk menangani tingkat hunian yang sudah melebihi kapasitas.

Meski menurutnya pemisahan napi perempuan tidak terlalu mengurangi tingkat hunian, namun perempuan harus tetap dipisahkan.

“Lapas untuk wanita dan Lapas Pembinaan Khusus Anak (LPKA) akan dibangun di Sinyoyoi, Kalukku. Tidak memberi efek sih, karena jumlahnya hanya dibawah 50. Tapi ini tetap kita lakukan, kita pisahkan napi perempuan dengan pria,” ujarnya, Senin (23/4/2018) saat menggelar acara coffee morning di aula Kanwil Kemenkumham Sulbar.

Dia mengungkapkan strategi yang dia gunakan adalah memisahkan napi perempuan dan anak serta memindahkan napi gembong narkoba, dan mengeluarkan napi dengan kasus-kasus yang kecil.

Hal ini dinilainya tepat untuk menangani permasalahan tingkat hunian yang over kapasitas.

Dia mengatakan saat ini ada kurang lebih 100 warga binaan kasus narkoba baik itu pengedar dan pengguna. Belum warga binaan kasus lainnya seperti korupsi dan tindak kriminal lainnya yang ada di Sulbar. Jadi total semua warga binaan laki-laki dan wanita kurang lebih 1000 warga binaan.

Mereka tidak dibuatkan rutan khusus karena dia berpendapat pemerintah harusnya tidak memberi fasilitas untuk kasus narkoba.

“Saat ini sekitar 100 warga binaan kasus narkoba tanpa dipisah baik itu pengedar maupun pengguna. Karena untuk pengguna agak sulit, ujung-ujungnya ketika diproses akan dikaitkan dengan pasal tentang pengedar. Tidak direhabilitasi karena BNN tidak memiliki anggaran,” terangnya.

Walaupun tingkat hunian banyak, dia mengatakan tidak memberi prioritas lapas narkoba karena menurut strategic planning yang dia punya, narkoba harus ditekan bukan difasilitasi.

“Menurut strategis planning yang saya punya, narkoba harus ditekan, bukan difasilitasi,” ujarnya.

(usman)

Baca Juga