Johnny G. Plate : UU MD3, Citra Buruk DPR RI

  • 13 Feb 2018
  • Politik
  • Herman Mochtar
  • 315

Mapos, Jakarta – Rapat Paripurna DPR untuk mengesahkan revisi UU MD3 sudah dimulai. 2 fraksi yang menolak pengesahan PPP dan Nasdem diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya soal beberapa poin usulan revisi UU MD3. Ketua Fraksi Nasdem Johhny G Plate kembali menyampaikan penolakan Nasdem atas rencana pengesahan revisi UU MD3.

“Kami minta fraksi-fraksi untuk menunda pengesahan, mengingat revisi UU MD3 dalam rangka road map parlemen Indonesia. Substansi terlalu pragmatis, terlalu mementingkan kepentingan kelompok untuk kekuasaan,” ujar Johnny G Plate di ruang rapat paripurna, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

“Kami minta untuk tidak disahkan karena dalam UU ini terbuka peluang citra buruk DPR RI. Agar sekali lagi fraksi-fraksi dapat menunda kesepakatan putusan revisi ini,” lanjutnya.

Johnny G. Plate memberikan keterangan pers di luar ruang sidang

Pernyataan Johnny diamini oleh sesama anggota Fraksi Nasdem, Hamadani. Menurut dia, demi citra DPR, paripurna harus menunda pengesahan revisi UU MD3.

Tak bergeming, Wakil Ketua DPR Fadli Zon langsung meminta agar agenda rapat dilanjutkan dengan penyampaian laporan soal revisi UU MD3 dari Badan Legislasi DPR yang sudah rapat dengan pemerintah.

Ketua Baleg, Andi Atgas Suratman, kemudian maju ke mimbar untuk membacakan poin-poin revisi UU MD3. Ternyata di saat yang bersamaan, seluruh fraksi Nasdem merapikan surat yang ada di meja dan bersiap keluar ruangan untuk walk out.

Keluarnya Fraksi Nasdem yang dipimpin Johnny Plate ini disambut tepuk tangan para anggota yang hadir. Para anggota Fraksi Nasdem kemudian bersalaman.

Langkah Fraksi Nasdem ini diikuti oleh Fraksi PPP yang juga menolak pengesahan revisi UU MD3. Dipimpin Ketua Fraksi Reny Marlinawati, PPP walk out karena keinginan mereka untuk menunda pengesahan revisi UU MD3 tak dikabulkan.

“Kami dari PPP menyatakan tidak dapat menyetujui pengesahan revisi RUU MD3 . Kami tidak pernah menjawab apapun keputusan bapak ibu sekalian. Kami dalam proses keputusan menyatakan walk out,” ujarnya.

Sebelum walk out, Reny sempat menyalami Menkumham Yasonna Laoly yang ikut rapat paripurna.

(*)

 

 

 

Sumber : kumparan.com

Baca Juga