Jalin Sinergi, Tim Wahdah Peduli Kunjungi PMI, Basarnas dan BPBD Mamuju

0
59

Mapos, Mamuju – Pasca gempa bumi yang melanda Sulawesi Barat baru-baru ini menyebabkan kerusakan cukup parah bahkan menelan sejumlah korban jiwa.

Humas Wahdah Islamiyah Mamuju Ali Akbar mengatakan, bencana gempa bumi 6,2 tersebut, peristiwa yang mengganggu kehidupan serta penghidupan masyarakat yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis. Jumat, (12/03/21).

Lanjut Ali Akbar, sebagai bentuk kewaspadaan dini, Wahdah Islamiyah Mamuju akan menggelar diklat atau pelatihan tentang mitigasi bencana untuk membekali sejumlah kader dan pengurus tentang kebencanaan.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Pada setiap kejadian bencana alam, lazim kita mengenal istilah tanggap darurat dimana pada tahapan ini memerlukan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan.

“Kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar, penyelamatan, pengungsi, membutuhkan keterampilan dan skill yang terlatih,” ujarnya Ali Akbar Humas

Kualitas SDM tersebut dapat dimaksimalkan melalui pembinaan dan pelatihan terprogram.

Diklat tersebut akan digelar akhir bulan Maret 2021 melibatkan pemateri dari beberapa lembaga diantaranya Basarnas, BPBD dan PMI, termasuk pemateri dari internal Wahdah Peduli.

Diklat ini diharapkan dapat menghasilkan tersedianya potensi masyarakat atau tim yang siap mendukung tugas operasi SAR dalam pencarian dan pertolongan pada saat terjadi bencana.

Dengan pelatihan ini, semua kader Wahdah Islamiyah Mamuju yang tergabung dalam Wahdah Peduli akan memeroleh pengayaan, pengetahuan, keterampilan dan pembentukan sikap mental yang siap bekerja untuk kemanusiaan.

“Minimal pelatihan ini dapat menghasilkan relawan yang siap diterjunkan ke lokasi pada saat terjadi bencana,” pungkas Ali Akbar.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.