Hmm.. 38 Milyar Buat Gedung DPRD Mamuju Yang Baru, Pentingkah…!

IMG-20171014-WA0071
Tahap pembangunan pondasi gedung DPRD Mamuju yang baru

Mapos, Mamuju – Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Mamuju dalam waktu dekat ini akan membangun kantor DPRD Mamuju yang baru.

Lokasi yang akan dibangun kantor Wakil Rakyat itu tepat di Jalan Ahmad Yani, bekas kantor Bupati Mamuju yang lama, juga pernah digunakan sebagai kantor Gubernur Sulawesi Barat.

Dilansir dari Info Sulbar, bekas kantor Bupati Mamuju itu sudah sementara dirobohkan untuk rencana pembangunan pondasi.

Ketua DPRD Mamuju Suraidah Suhardi, membenarkan adanya rencana Pemkab Mamuju untuk membangun gedung DPRD Mamuju yang baru.

“Yah, benar akan dibangun. Lokasinya adalah bekas kantor Bupati Mamuju yang lama. Bahkan, sudah ada alokasi anggaran sebesar Rp 10 miliar di APBD pokok tahun 2017,” sebut Suraidah.

Menurutnya, pembangunan gedung dewan memang dianggap sangat urgen. Sebab, kantor DPRD Mamuju saat ini sudah terbilang tua dan dalam kondisi yang memprihatinkan.

“Urjen sekali, karena gedung DPRD yang sekarang banyak yang bocor dan roboh. Itu membahayakan, jangan sampai ada korban jiwa. Apa lagi saat sidang paripurna dengan menghadirkan banyak orang,” katanya.

Legislator cantik asal parai demokrat itu menambahkan, proses alokasi anggaran akan dilakukan bertahap selam 3 tahun. Anggaran keseluruhannya hingga rampung sekira Rp 38 miliar.

“Yang jelasnya tiga tahun penganggarannya, itu sudah bisa digunakan. Tahun ini sudah ada Rp 10 miliar. Jadi kalau rampung, itu akan digunakan oleh anggota DPRD yang baru dari hasil Pemilu 2019,” ucapnya.

Untuk kantor DPRD lama nantinya, lanjut putri kandung Bupati Mamuju dua periode itu, tentu akan dibicarakan kembali dengan pemerintah eksekutif.

“Belum dibicarakan seperti apa bangunan lama. Tapi, keinginan kita, nanti bisa jadi lahan publik space, nanti kita dorong taman kota dan rumput sintetis, tempat bermain anak. Saya kira itu yang cocok,” sebutnya.

Ketua DPC Partai Demokrat kabupaten Mamuju ini, mengajak masyarakat untuk dapat memberikan dukungan. Apalagi, kehadiran kantor DPRD Mamuju yang baru akan menambah keindahan kota Mamuju.

“Mari kita dukung pembangunan ini, apalagi bangunan ini akan semakin menambah keindahan kota Mamuju. Semoga tidak ada kendala, dan bangunannya rampung tahun 2019,” kunci Suraidah.

Ditempat terpisah, Koordinator pelaporan LSM Gerakan Pemuda Anti Korupsi (GERPAK) Sulbar, Muh. Ali Muthalib menentang pembangunan kantor DPRD yang baru yang menelan anggaran Rp38 milyar.

“Kami menolak tegas rencana pembangunan gedung DPRD Mamuju senilai Rp38 miliar. Apalagi untuk saat ini urgensi kebutuhan kantor dewan belum terlalu penting,” ucapnya.

Ia mengaku heran kenapa bupati Mamuju seperti ngotot ingin membangun gedung DPRD tahun ini.

Banyak yang lebih penting ketimbang harus mengelontorkan anggaran sebanyak itu, disisi lain kehidupan masyarakat semakin memprihatinkan, jelasnya.

(usman)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...