Mamuju  

Harga Garam Melambung, Nelayan Menjerit

Mapos, Mamuju – Nelayan teripan asal Majene yang sering menjual hasilnya di Mamuju mengeluhkan tingginya harga garam di Kabupaten Mamuju. Sebab harga garam kembali melambung mencapai Rp200.000 per karung, padahal sebelumnya berkisar Rp100 ribu/karung isi 50 kg.

Hal ini mengakibatkan permintaan akan teripan anjlok.

“Harga garam naik,” ujar Faharuddin nelayan teripan. Minggu (25/2/2018).

Nelayan Teripan.

Sehubungan itu, para nelayan teripan mengharapkan pemerintah terus menjaga kestabilan pasokan dan harga garam.

Garam termasuk bahan baku utama teripan, dan dibutuhkan dalam volume cukup banyak untuk mengasinkan mutu teripan sesuai standar. Misalnya, dibutuhkan sekitar 100 kg garam untuk merebus teripan segar dalam 100 liter air, agar mutunya terjamin dengan tingkat keasinan yang cukup baik.

“Kita tidak bisa turunkan kadar keasinannya karena akan berdampak terhadap mutunya,” katanya.

Dokumentasi 1 (Foto Wahid).

Sementara itu, salah seorang tengkulak pedagang ikan di Kasiwa, Guntur menyatakan pemasukan teripan anjlok dan pemasukan Ikan setiap satu minggu di TPI Kasiwa Mamuju meningkat dibandingkan hari-hari biasanya.

Pada musim kemarau saat ini kata Guntur, nelayan mampu mendapatkan ikan 8 kwintal untuk perminggunya dan di jualkan ke pedagang ikan Rp 20 ribu perkilogram.

Perahu Nelayan. (foto Wahid).

“Rata-rata nelayan teripan beralih profesi menjadi penangkap ikan. Garam mahal dan langkah. Demi memenuhi kebutuhan keluarganya, mereka beralih profesi menangkap ikan walaupun hasilnya tidak sebanding dengan hasil teripan,” terangnya.

(wahid)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...