Hajrul Malik: Jangan Sampai Bencana Ketiga Itu Terjadi, Bisa Lebih Gawat..!

0
151

Mapos, Mamuju – “Saya sedih melihat anak anak, pembelajaran selama pandemi tidak teratur. Hal ini karenakan keterbatasan; alat, jaringan, geografi dan kemampuan SDM, lebih parah lagi setelah gempa bumi yang kami alami. Saya justru khawatir dengan bencana susulanya, motivasi belajar jadi menurun.  Ini lebih gawat”

Begitulah Hajrul Malik, Ketua Dewan Pendidikan Mamuju mengungkapkan kekhawatiranya dalam sebuah diskusi pemulihan sektor pendidikan paska bencana gempa bumi dan pandemi covid 19, di SDN Binanga, Mamuju. 25 Ferbuari 2021 lalu yang diselenggarakan oleh Pokja Pendidikan Kabupaten Mamuju.

Pernyataan pria yang akrab di panggil pak Ustadz ini diamini oleh lembaga lembaga lain yang hadir dalam diskusi tersebut. Dikonfirmasi diwaktu terpisah, M Aditiya Arie Yudistira, pendiri Yayasan Karampuang, Mamuju memberikan catatan kritisnya terhadap kondisi ini. Menurutnya, menurunya motivasi belajar anak sangat berpotensi meningkatkan angka kekerasan anak, pernikahan anak dan  anak tidak sekolah menjadi lebih tinggi.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

“Ini serius, sudah susah kita dengan pandemi lalu ditambah gempa bumi,  jika dibiarkan akan menjadi bencana ke tiga,” ungkapnya.

Pokja pendidikan yang didukung oleh lembaga, komunitas dan kelompok masyarakat yang turut membantu pemulihan sektor pendidikan di Mamuju, akhirnya bisa memotret kondisi dampak bencana gempa dan pandemi covid 19 seperti yang tergambar dibawah ini:

Mendapati data data  diatas, baik terkait sarana prasarana, siswa dan guru terdampak maupun data tentang kondisi pendidikan yang berasal dari temuan lapangan dan pandangan lembaga mitra, Pokja Pendidikan bersama lembaga lembaga mitranya menyepakati rencana aksi untuk memulihkan kondisi  tersebut. seperti yang terlihat dalam gambar disamping ini.

Salah satu kegiatan yang akan dilakukan secara kolaboratif  adalah kegiatan kampanye pendidikan “TakiMi’guru.” atau dalam bahasa indonesia berarti ayo kembali belajar.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar anak dan partisipasi orang tua dalam pembelajaran, membantu sekolah dalam pemulihan kegiatan belajar mengajar (KBM) serta untuk mendapatkan dukungan aktif dari stakeholder pendidikan dan lembaga lembaga peduli lainya secara luas dalam rangka mempercepat pemulihan pendidikan paska bencana di Mamuju.

Kegiatan yang turut disponsori lembaga lembaga pendukung pokja pendidikan ini akan diselenggarakan mulai tanggal 14 -19 Maret 2021 dengan melibatkan 136 relawan yang berasal dari: Yayasan Karampuang, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Tomakaka, LSM Mamuju mengajar, Wahana Visi indonesia Aksi Cepat Tanggap (ACT), Komunitas Teras Aksara, Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI), Childfund, Mcinema Id, BEM Faperta Univ Tomakaka, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII), Pelita Manakara, Inanta,  Disdikpora, Save The children dan Pemerintah daerah Mamuju.

Memulai Kampanye ini, Bupati dan Wakil Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi dan Ado Mas’ud, ikut terlibat dalam Gerakan relawan mengajar ini. Mereka turut mengajar dan bermain dengan anak anak, menyemangati mereka untuk tetap semangat sekolah dan belajar.

“Saya berharap kondisi ini bisa segera pulih, apapun akan saya lakukan agar Mamuju menjadi lebih baik dari sebelumnya,” kata Bupati.

Para relawan ini akan mengkampanyekan “TakiMi’guru.” melalui penyelenggaraan pembelajaran terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat di desa desa yang tersebar di 4 kecamatan yang paling terdampak bencana gempa bumi di Mamuju. Yaitu Tapalang, Tapalang Barat, Mamuju dan Simboro.

Proses pembelajaran Gerakan Relawan mengajar ini akan di dokumentasikan dalam bentuk video-video pendek yang selanjutnya akan di Upload dimedia media sosial dengan tujuan untuk memperkuat pesan utama kampanye ini kepada masyarakat luas.

Pokja pendidikan berharap,  semua pihak bisa berkontribusi dan memberikan dukungan aktif nya dalam bentuk apapun sehingga bencana susulan ketiga yang dikhawatirkan pendiri Yayasan Karampuang diatas, tidak terjadi di Mamuju.

Tentang Pokja Pendidikan

Pokja Pendidikan adalah Lembaga adhoc yang dibentuk Pemkab Mamuju dalam upaya untuk mempercepat transisi pemulihan, rehabilitasi dan rekontruksi sector Pendidikan pada tanggal 22 Februari 2021.

Kelompok kerja ini dikuatkan keberadaanya melalui Surat Keputusan Bupati Nomor: 188.45/94/KPTS/III/2021. Salah satu tugas pokok Pokja Pendidikan yang tertuang dalam lampiran SK diatas  adalah mengembangkan rencana strategis dan taktis, mengkoordinasikan, memfasilitasi,  melaksanakan dan mengendalikan upaya upaya pemulihan dan rehab rekon sector pendidikan. Lembaga Lembaga mitra yang tergabung dalam kelompok kerja ini adalah : Yayasan Karampuang, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Tomakaka, LSM Mamuju mengajar, Wahana Visi Indonesia Aksi Cepat Tanggap (ACT), Komunitas Teras Aksara, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Childfund, Mcinema Id, BEM Faperta Univ Tomakaka, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII), Pelita Manakara, Inanta,  Disdikpora, Save The children.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.