Mapos, Mekah — Hadapi krisis global akibat perang dagang internasinal membawa dampak signifikan, termasuk Indonesia. Amerika dan Cina saling berbalas pantun merubah kebijakan tarif impor.
Salah satu dampak perang dagang adalah dapat meningkatkan ketidakpastian ekonomi global yang mempengaruhi ekonomi Indonesia. Terutama pada fluktuasi nilai tukar rupiah. Pemerintah dan Bank Indonesia punya keterbatasan dalam mengatasi ketidakpastian ekonomi.
“Tidak usah takut. Waktu krismon rakyat tetap sejahtera, karena rakyat tidak butuh dollar. Yang dia butuh rupiah. Dan yang penting adalah harga beras tetap kisaran Rp12-14 ribu, aman,” tutur Gubernur Sulawesi Barat disela ibadah umroh di Mekkah, Minggu (06/04/2025).
Bagi Sulbar, imbuhnya, perkuat ketahanan pangan untuk memastikan kebutuhan pokok rakyat dan perdagangan dalam negeri terpenuhi.
“Putaran uang ada di petani. Dorong produksi kakao dan sawit sebagai komoditas eksport untuk memperkuat ekonomi Indonesia di tengah harga yang agi bagus. Dengan demikian petani juga bisa menikmati,” urainya.
Terahir, Pemprov Sulbar lakukan efisien terhadap penggunaan produk imqport utamanya dari Amerika.
(*)






