GMNI dan FPPI Cabang Majene Dukung Pelantikan Jokowi

0
94

Mapos, Majene — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Cabang Majene dukung pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia periode 2019-2024.

Menurut Ketua GMNI Cabang Majene, Sugiono, Jokowi dan Ma’ruf Amin adalah hasil pilihan masyarakat Indonesia.

“Dalam pemerintahan, ada pimpinan yang mengerti masalah kerakyatan, akan tetapi bawahan tidak mengerti permasalahan kerakyatan ini justru menjadi polemik hingga sekarang,” ujar Sugiono di Sekretariat GMNI di Lino Maloga, Kecamatan Banggae Timur, Majene, Selasa (15/10/2019).

Ditinjau dari segi politik katanya, pemerintahan Jokowi dan Ma’ruf Amin harus lebih baik kedepan.

Dia berharap Pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin juga mengatensikan bidang pendidikan terutama di pelosok desa.

Ia memberi contoh, seperti yang terjadi di Kecamatan Ulumanda, banyak ditemukan tenaga pengajar kurang di setiap SMP dan SMA, sehingga banyak murid yang tidak ada gurunya.

“Dari segi agama, GMNI berharap agar semua agama yang ada di Indonesia khususnya wilayah Kabupaten Majene mengakui adanya ketuhanan dan falsafah Pancasila terutama sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Kalau ada kelompok berhaluan Islam radikal dan tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 45 supaya dibekukan. Kami menolak segala aktivitas HTI atau eks HTI dimanapun karena berpotensi memecah belah bangsa,” tegas Sugiono.

Disinggung soal pertanian, Sugiono minta agar pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin mengevaluasi ulang masalah pertanahan maupun Agraria supaya sesuai dengan UUPA No 5 Tahun 1960 tentang Agraria.

Terpisah, Plt Ketua FPPI Cabang Majene, Andi Baso mengatakan, FPPI beserta basis Serikat Mahasiswa Untuk Rakyat (SEMUT) Cabang Majene, mendukung pelantikan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin periode 2019-2024.

“FPPI Cabang Majene hanya menyikapi masalah krusial dalam konteks merugikan masyarakat banyak,” kata Andi Baso.

Pihaknya hanya menunggu dari FPPI pusat untuk perkembangan lebih lanjut terkait isu nasional.

“Isu yang berkembang yaitu isu Papua, karena kebijakan pemerintah belum menyentuh ke masyarakat Papua dan bangkitnya radikalisme yang menjadi sumber utama,” katanya.

Ia menyebut, konsep kenegaraan yang harus diantisipasi oleh pemerintah yaitu radikal kanan (Raka) dan radikal kiri (Raki).

“Raka dengan organisasi yang berbasis keagamaan, sedangkan Raki masalah global internasional yang kurang disikapi oleh Pemerintah. Tegasnya, dalam hal politik, pemerintah harus menata kembali demokrasi yang selama ini tidak berpihak kepada rakyat,” sebut Andi Baso.

Namun secara umum, Ia sependapat dengan Sugiono dan berharap agar pemerintahan Jokowi-Ma’ruf bisa lebih baik kedepan.

(***)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.