Disnakertrans Matra Digugat Rp34 Miliar

Snapshot - 43Mapos, Pasangkayu – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mamuju Utara (Matra) digugat atas sikap yang dinilai tidak perduli terhadap nasib buruh yang diPHK di PT. Mamuang. Gugatan itu mulai disidangkan di PN Pasangkayu dengan tuntutan ganti rugi sebesar Rp34 miliar.

Puluhan mantan buruh PT. Mamuang mewakilkan kasus ini pada kuasa hukum mereka, Tjalla Rasido, SH.  Dalam sidang gugatan, advokat ini menuding Disnakertrans  Matra tidak menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengawas dan pembinaan terhadap buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Para buruh itu yang seharusnya dilindungi sehingga tidak berdampak pada Pemutusan Hubungan Kerja.

Pemutusan kerja yang dilakukan oleh PT. Mamuang yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit, berawal dari dikeluarkannya puluhan pekerja  dari struktur keanggotaan SPSI. Karena persoalan organisasi inilah sehingga mereka diPHK secara sepihak.

“PT. Mamuang dengan sengaja membubarkan organisasi buruh dengan cara memutasi para pekerja yang tergabung dalam organisasi SPSI, sehingga puluhan buruh kehilangan pekerjaan. Sementara pemerintah lalai melindungi buruh terhadap organisasinya,” kata Tjalla, Selasa (19/12/2017).

Kabag Hukum Pemda Matra, M. Darwis, mengatakan bahwa tuntutan buruh tersebut sah-sah saja sebagai warga negara. Namun dia mengaku gugatan yang diajukan buruh ke Pengadilan Negeri Pasangkayu masih prematur dan salah alamat serta tak memiliki legal standing.

(joni)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...