Dinilai Senjang Antara Target dan Realisasi APBD, Fahmi Tekankan Ini ke OPD

  • 11 Apr 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 221
Gambar Dinilai Senjang Antara Target dan Realisasi APBD, Fahmi Tekankan Ini ke OPD

Mapos, Majene – Masih banyak Perangkat Daerah yang tidak dapat memenuhi target yang telah direncanakan, sehingga ada gap antara target dan realisasi.

“Masih tinggi titik senjangnya. Hal ini yang harus menjadi perhatian oleh semua perangkat daerah, agar pada triwulan berikutnya gap antara target dan realisasi anggaran dapat diminimalisir,” kata Bupati Majene Fahmi Massiara, saat memimpin Rapat Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan, Kegiatan Pembangunan Daerah Kabupaten Majene Triwulan I Tahun Anggaran 2019 dan Kick Off Forum OPD II di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Kamis (11/4/2019).

Terkait pelaksanaan forum OPD II yang tengah berlangsung katanya, mulai tahun ini Pemkab Majene akan memulai formulasi baru dalam implementasi money follow program dan money follow priority melalui exposed jajaran pimpinan perangkat daerah terhadap sasaran dan tujuan strategis perangkat daerah pada tahun 2020.

“Berdasarkan sasaran dan tujuan strategis tersebut, diharapkan pimpinan perangkat daerah mampu memilih program kegiatan prioritas utama yang mengandung pencapaian sasaran dan tujuan strategis tersebut,” kata Fahmi Massiara.

Ia menyebut, melalaui formulasi pelaksanaan forum OPD akan menguatkan komitmen jajaran pemerintah Kabupaten Majene untuk penguatan akuntabiltas kinerja pemerintah daerah.

“Kami selaku panelis, yaitu Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Kepala Bapeda dan Kepala BKAD, akan menilai dan melihat secara langsung paparan dari masing-masing Pimpinan OPD. Jadi jangan sembarang mengusulkan, karena akan kami komentari secara langsung,” beber Fahmi sembari berkelakar menyebut, ibarat Liga Dangdut Indosiar yang disiapkan ruangan tersendiri bagi para pimpinan OPD untuk memaparkan.

“Inilah yang akan menjadi pertimbangan utama dalam finalisasi APBD 2020,” imbuhnya.

Yang harus ada dalam pikiran peserta Monev lanjut Fahmi, adalah harus benar-benar berubah 180 derajat dari yang telah lalu.

“Kita sudah masuk dalam sistem, dimana sistem itu akan memandu kita dalam bekerja, tentunya dibarengi dengan reward berupa TPP yang akan diterima setiap bulannya,” urai Fahmi.

Kedepan, akan ada laporan progres pekerjaan dari masing-masing person, dengan sitem tunjangan kinerja (Tukin) serta pelaporan kegiatan setiap hari dan setiap jamnya.

Terkait Sakip dan Lakip, kata Fahmi, sistem aplikasi ini akan terlihat secara detail dari ribuan program di masing-masing OPD.

“Sesuai dengan petunjuk KPK, maka kedepannya akan kami perlakukan system E-Budgeting. Jadi bila sitem sudah terkunci, maka tidak ada lagi peluang untuk menyisipkan program. Ini hal yang bagus, karena membuat kita bisa bekerja maksimal,” urai Fahmi Massiara.

Ia juga menginformasikan, pihaknya akan membangun rumah susun bagi PNS yang sudah berkeluarga dan belum memiliki rumah. “Bisa juga disewa oleh PNS,” sebut Fahmi.

Selain rumah ASN, Pemkab Majene juga akan membangun 50 unit rumah untuk dokter yang ada di Majene.

“Ini merupakan langkah konkrit pemerintah dalam memperhatikan para tenaga dokter yang ada di Majene atas semua prestasi dan reward yang di dapatkan. Saya harap kepada para OPD untuk bisa memikirkan hal tersebut, karena akan mengangkat nama Pemkab Majene ditingkat provinsi dan nasional,” pungkas Fahmi Massiara.

Sementara itu Kepala Bapeda Majene – Andi Adlina Basharoe dalam laporannya mengatakan, monitoring dan evaluasi (monev) dilakukan terhadap seluruh program dan kegiatan, baik yang bersumber dari APBD, DAK, TP dan sumber pembiayaan lain.

Evaluasi kegiatan dan program yang bersumber dari APBD dengan mengacu pada target yang telah direncanakan OPD, baik target fisik maupun keuangan.

“Untuk mengukur sampai sejauh mana capain realisasi fisik dan keuangan dengan target yang telah direncanakan,” kata Andi Adlina.

Evaluasi serapan kegiatan diukur melalui persentase realisasi fisik dan keuangan sesaui presentase tertimbang yang berdasarkan bobot masing-masing kegiatan OPD.

Penilaian terhadap data monitoring dan evaluasi dari OPD dilakukan dengan melihat gap antara target dan realisasi, baik fisik maupun keuangan.

Adlina memaparkan, rekaputulasi realisasi fisik dan keuangan APBD, DAK dan TP, Triwulan I yaitu APBD Rp 807.861.276.037,47 sementara realisasi fisik hanya mencapai 11,13 persen dan keungan 11,00 persen.

(ipunk)