Diberitakan Tidak Benar, Ini Klarifikasi Orang Tua Siswa

IMG_20171024_011907

Mapos, Mamuju – Beberapa Orang tua siswa mengaku heran dengan pemberitaan di salah satu media online. Mereka menilai, isi berita tersebut tidak mendasar dan kejadiannya sudah dua tahun yang lalu.

Arsyad, orang tua Marlan mengatakan, anaknya tidak mungkin berbicara persoalan yang belum diketahui. Apalagi Marlan baru berusia 10 tahun.

“Ya kecuali kalau ada yang mengarahkan untuk berbicara bahwa Marlan mendapat perlakuan kekerasan fisik dari Kepsek MI Syahid Al Hidayah. Dan kejadian yang diungkap sudah dua tahun lalu,” katanya, Senin (23/10/2017).

 

IMG_20171024_012214

Arsyad menyesalkan wawancara tanpa seijinnya. Kendati.demikian, dia mengaku tidak keberatan dengan pemberitaan tersebut, hanya perlu diluruskan.

 

“Itu bukan kekerasan, itu adalah didikan. Karena saya sendiri yang menyampaikan kepada kepala sekolah bila anak saya nakal tegasi saja. Saya mendukung keputusan Kepsek itu sepanjang tidak berlebihan,” jelas Arsyad.

 

IMG_20171024_012201

Hal sendana juga disampaikan oleh orang tua Randi dan Dayat, Kanalia (35), orang tua Rusli, Raslia (30) dan orang tua Alam, Marni (34). Mereka menilai, sanksi itu masih wajar dan untuk kebaikan anak-anaknya. Mereka pun menandatangani surat pernyataan tidak keberatan.

IMG_20171024_012134

Sementara Kasat Reskrim Polres Mamuju AKP Jamaluddin mengatakan, terkait adanya pemberitaan bahwa adanya siswa di Yayasan Syahid Al Hidayah di Mamuju, langsung mendatangi kediaman masing-masing siswa di jalan Ahmad Yani Simbuang dan melakukan pengembangan.

Hasilnya, setelah kami meminta keterangan ataa kejadian itu, pihak para orang tua siswa tidak mempersoalkan kejadian itu dan tidak keberatan atas kejadian yang menimoa anaknya apalagi kejadiannya sudah dua tahun yang lalu, ungkap Jamaluddin.

Ia menuturkan, dari keterangan para orang tua siswa, mereka mengatakan tidak keberatan, malahan mereka merespon tindakan kepala sekolah itu demi untuk kebaikan anaknya.

“Pihak orang tua siswa tidak mempersoalkan kejadian itu, malahan masing-masing orang tua telah melakukan tanda tangan pernyataan tidak keberatan atas kejadian itu “, tuturnya.

Keempat orang tua siswa itu telah menanda tangani surat pernyataan tidak keberatan, mereka itu adalah Orang tua Rusli, Raslia (30), Orang tua Marlan, Arsyad (40), Orang tua Alam, Marni (34), Org tua Randi dan Dayat, Kanalia (35), tutup Jamaluddin.

(usman)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...