Mapos, Pasangkayu – Demo tuntut ganti rugi pohon kelapa yang ditumbangkan untuk jaringan kabel PLN, ricuh. Ratusan warga terlibat bentrok dengan aparat kepolisian didepan kantor PLN Pasangkayu Kabupaten Mamuju Utara (Matra), Kamis (30/11/2017).
Massa yang mempersenjatai diri dengan bambu dan batu ini terus mencoba merangsek masuk ke dalam kantor PLN Pasangkayu. Akibatnya bentrokan antara polisi dan wargapun tak terhindarkan.
Melihat massa yang semakin anarkis, pasukan anti huru-hara dari Polres Mamuju Utara pun melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa. Bukannya mundur, ratusan massa ini justru makin beringas menyerang dan melempari polisi dengan botol air miniral.
Kericuhan baru bisa diredam setelah pihak PLN Pasangkayu bersedia menemui massa pendemo.
“Rangkaian kegiatan hari ini adalah bagian dari simulasi agar petugas PLN siap menghadapi laporan masyarkat,” kata Manajer PLN Mamuju Setiawan.
Simulasi melibatkan puluhan personil gabungan dari Polres Mamuju Utara, yang dipimpin langsung oleh Kabag OPS Polres Matra Kompol . Jusmi T.
(joni)







