Bupati Majene Serahkan Bantuan Program BEKERJA kepada 2.779 RTMP

  • 28 Des 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 404
Gambar Bupati Majene Serahkan Bantuan Program BEKERJA kepada 2.779 RTMP

Mapos, Majene — Bupati Majene menyerahkan bantuan program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA) tahun anggaran 2019, di Kantor BPP Kecamatan Tubo Sendana, Sabtu (28/12/2019).

Direlease oleh Kasubag Protokoler Sekretariat Pemkab Majene, Sufyan Ilbas sore tadi, turut hadir dalam acara itu, Kepala Balai Veteriner Banjar Baru Kemeterian Pertanian RI, Prima K Brahmantyo, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Majene, Burhan, yang mewakili Camat Tubo Sendana dan para pendampin penerima manfaat.

Kadis Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Majene, Burhan dalam sambutannya mengatakan, program BEKERJA awalnya hanya diakomodir pada dua kecamatan saja yaitu Kecamatan Malunda dan Kecamatan Ulumanda dengan rincian 20 desa, namun dalam perjalanan ditemui ada 4 desa yang susah pendistribusian bantuan kesana, yaitu Desa Panggalo, Desa Popenga, Desa Tandeallo dan Ulumanda.

“Sebagai gantinya, kita carikan pengganti sehingga program ini masuk ke Kecamatan Tubo dan Kecamatan Sendana. Bantuan awal yang dijanjikan sebanhak 2.820 Rumah Tangga Miskin Pertanian (RTMP), namun dalam verifikasi berkurang menjadi 2.779 RTMP. Sebenarnya, kegiatan ini sudah berjalan, namun baru kali ini Bupati Majene berkesempatan menyerahkan bantuan sebanyak 50 ekor ayam per RTMP dan juga kandang ayam serta uang tunai Rp500 ribu per RTMP,” urai Burhan.

Pada tempat sama, Kepala Balai Besar Verteriner Banjar Baru Kalimantan Selatan Kementerian Pertanian, Prima K Brahmantyo menyebut, pihaknya memberi apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah daerah Kabupaten Majene dan semua elemen masyarakat yang telah memberikan dukungan dan bantuan mulai dari tahapan sosialisasi, verifikasi RTMP, penetapan RTMP, sampai dengan tahapan distribusi paket bantuan.

Maksud kegiatan BEKERJA katanya, adalah sebagai upaya pemberdayaan rumah tangga miskin pertanian melalui kegiatan peternakan unggas.

“Tujuannya yaitu untuk meningkatkan produksi komoditas peternakan, pendapatan dan kesejahteraan di rumah tangga miskin berbasis pertanian,” kata Prima K Brahmantyo

Dia berharap, semoga program BEKERJA di Majene dapat bermanfaat bagi warga setempat yang telah menerima bantuan.

Ia mengurai, sebanyak 2.779 RTMP, dengan distribusi ayam sebanyak 138.950 ekor, pakan 416.850 kg dan obat obatan 2.779 paket, dengan lokasi distribusi, Malunda ada 12 Desa dengan penerima sebanyak 1.513 orang,
Ulumanda 4 Desa dengan penerima 498 orang,
Tubo Sendana 7 Desa dengan penerima 478 Orang dan
Sendana 4 Desa dengan penerima 290 orang.

“Jenis bantuan yang diberikan yaitu 50 ekor ayam berumur 4 minggu, bantuan pembuatan kandang sebesar Rp500 ribu, pakan, obat-obatan nominal Rp3 juta per RTMP dengan total bantuan untuk Kabupaten Majene Rp7 miliar,” terangnya.

Sementara Bupati Majene, Fahmi Massiara berharap, para pendamping harus serius mendampingi warga penerima bantuan.

“Karena yang kita mau kejar disini adalah adanya peningkatan dalam status rumah tangga yg kena bantuan. Lumayan besar jumlah yang diterima yaitu 50 ekor per rumah rangga miskin. Disinilah pera pendamping dalam menyukseskan program ini,” sebut Fahmi.

Dikatakan, program yang dirancang oleh pemerintah seperti ini tentu ada target yang ingin dicapai.

“Setiap saat akan selalu dimonitoring hasil dari program ini. Diperlukan tanggung jawab secara moral kepada para penerima manfaat dan tentunya juga kepada para pendamping, bagaimana perannya dalam mengawal program ini. Harus ada komunikasi sambung rasa antara penerima manfaat dengan pendamping,” tegas Fahmi Massiara.

Terkait masalah pakan ternak, lanjut Fahmi, tentu perlu perhatian serius, supaya ternak yang dibagikan dapat berkembang dengan baik.

” Jangan diberikan sisa-sisa makanan dari rumah, karena ada standar tersendiri bagi pakan ternak,” tegasnya.

Dia beharap para peternak nantinya dapat bekerja secara profesional, seperti dalam program MP3, dan salah satu programnya adalah Revolusi Hijau.

“Inilah peran bidang pertanian, termasuk didalamnya para peternak, dengan target keberhasilan para peternak selama 6 bulan. Saya berharap 6 bulan kedepan kita kembali bertemu, dan saya menginginkan laporan yang baik terkait ternak yang telah dibagikan, mudah-mudahan bisa berkembang dengan baik, dan menyentuh langsung ke masyarakat penerima manfaat,” tandas Fahmi Massiara.

(ipunk)