Bupati Majene Sebut Karhutla Timbulkan Kerugian

  • 30 Sep 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 295
Gambar Bupati Majene Sebut Karhutla Timbulkan Kerugian

Mapos, Majene — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda daerah Kabupaten Majene belakangan ini, menyebabkan kerugian yang tidak sedikit, baik material maupun immaterial berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Majene.

“Belum lagi jika kita hitung kerugian-kerugian lainnya seperti kerugian lingkungan dan juga terjadinya konflik satwa dengan manusia. Karena kebakaran hutan dan lahan berakibat satwa-satwa yang berada didalamnya lari menuju lahan pertanian dan perkebunan serta pemukiman masyarakat,” kata Bupati Majene, Fahmi Massiara dalam Apel Siaga Karhutla di Halaman Kantor BPBD Majene,
Senin (30/9/2019).

Untuk itu katanya, perlu diadakannya apel dalam rangka menyamakan langkah serta menyatukan tekad saling bahu membahu dalam menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan yang telah berlangsung selama ini.

Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan tidak dilakukan sendiri sendiri, melainkan harus dilakukan secara sinergi oleh semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten / kota, swasta dan masyarakat.

“Pada kesempatan ini saya mengajak kepada seluruh jajaran instansi pemerintah, swasta dan segenap masyarakat, untuk lebih peduli kepada lingkungan kita, dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, karena menyebabkan kebakaran akan meluas secara cepat dan menimbulkan kabut asap,” ucap Fahmi Massiara.

Ia minta secara khusus kepada para penegak hukum agar lebih fokus untuk melakukan penyelidikan, penyidikan dan upaya hukum, pada kasus pembakaran hutan atau lahan sehingga dapat memberikan efek jera bagi para pelaku pembakar hutan dan lahan.

“Melalui apel ini, sekali lagi saya menghimbau kepada seluruh unsur yang hadir baik pemerintah, swasta maupun masyarakat agar secara bersama-sama dapat bekerja lebih keras, cerdas dan tuntas untuk dapat melakukan kegiatan pemadaman, berpatroli dan mensosialisasikan seruan kepada seluruh masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan serta upaya-upaya lain yang produktif yang dapat mengurangi dan mencegah terjadinya pembakaran hutan dan lahan,” tandasnya.

(ipunk)