BMKG: Sesar di Wilayah Mamuju dan Sukabumi Sedang Aktif

Gambar BMKG: Sesar di Wilayah Mamuju dan Sukabumi Sedang Aktif

Mapos, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan saat ini ada dua sesar yang sedang aktif di Indonesia. Kedua sesar itu berada di sekitar Sukabumi dan di wilayah Mamuju, Sulawesi Barat.

Swarm atau gempa-gempa kecil yang beberapa kali terjadi di Sukabumi sejak Senin (19/8/2019) lalu ditenggarai merupakan dampak dari aktivitas sesar. Swarm merupakan gempa-gempa dengan kedalaman dangkal, bahkan sangat dangkal, seperti gempa bermagnitudo 3,9 yang terjadi di Sukabumi pada Rabu (21/8/2019) pukul 03.06 WIB.

“Swarm atau gempa-gempa yang kecil pergerakannya, biasanya kedalamannya dangkal dan di darat,” kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Tiar Prasetya, Rabu (21/8/2019), dikutip dari Republika.co.id.

Dia menjelaskan, di samping pertemuan tiga lempeng tektonik besar yaitu Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik, wilayah Indonesia juga memiliki lempeng-lempeng kecil atau sesar yang aktif.

“Jadi setiap pergerakan sesar itu lalu patah, terjadi gempa maka energi yang dikeluarkan kecil,” kata dia.

Tiar menambahkan, pergerakan sesar sering terjadi dalam waktu-waktu tertentu, bisa sebulan atau dua bulan. Sedangkan untuk terjadi gempa dengan kekuatan besar, menurut dia, membutuhkan waktu yang sangat lama.

“Ada beberapa daerah yang aktif pergerakannya banyak gempa kecil dirasakan tetapi tidak terjadi gempa besar,” ujar Tiar.

Gempa di Sukabumi yang terjadi pada Rabu (21/8/2019) dini hari disebabkan oleh aktivitas Sesar Citarik. Berdasarkan monitoring BMKG, terhitung sejak 10 Agustus 2019 ada 43 kali gempa pendahuluan yang terjadi di wilayah tersebut, dan ada tiga aktivitas gempabumi susulan.

(*)

(Sumber: Republika.co.id)

Baca Juga