Mapos, Mamuju – Biro Pemkesra Setprov Sulbar gelar Rapat Koordinasi Fasilitasi Penataan Wilayah dan Identifikasi Batas Daerah, bertempat di ruang rapat Biro Pemkesra, Senin (14/10).
Rapat dipimpin oleh Kepala Bagian Pemerintahan, Muh. Dhany Sadry, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat serta staf Biro Pemkesra, bersama perwakilan perangkat daerah terkait. Turut hadir pula unsur TNI yang memberikan masukan teknis menyangkut aspek wilayah dan pertahanan.
Muh. Dhany Sadry menekankan pentingnya sinkronisasi data dan koordinasi antarinstansi guna memastikan kejelasan batas-batas administratif antar kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat.
“Penataan wilayah tidak hanya soal garis batas, tetapi juga menyangkut efektivitas tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan perencanaan pembangunan daerah,” ujar Sadry.
Ia juga menambahkan bahwa proses identifikasi batas wilayah memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk tindak lanjut lapangan dan penyusunan dokumen administratif yang akurat sesuai ketentuan perundang-undangan.
Plt. Karo Pemkesra Murdanil, menyampaikan bahwa penataan wilayah dan batas daerah merupakan aspek strategis dalam mendukung ketertiban administrasi pemerintahan.
“Kejelasan batas wilayah sangat berpengaruh terhadap perencanaan pembangunan dan penyusunan kebijakan daerah. Melalui koordinasi ini, kita ingin memastikan semua proses berjalan dengan tertib dan terarah,” ungkapnya.
Dengan dilaksanakannya rapat koordinasi ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berharap proses penataan wilayah dan identifikasi batas daerah dapat berjalan lebih efektif, memperkuat koordinasi antarinstansi, serta mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
(*)






