Mapos, Mamuju – Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat menggelar kegiatan Pelatihan Calon Imam dan Khatib Tahun 2026 di Aula Hotel Berkah, Mamuju, pada 8–10 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai lembaga keagamaan dan madrasah di Sulawesi Barat sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan.
Ketua Panitia Makdum Ibrahim, menyebutkan, peserta yang mengikuti kegiatan sejumlah 60 orang perwakilan remaja masjid di Kecamatan Kalukku, Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro.
Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas para calon imam dan khatib agar mampu memimpin ibadah dengan baik serta menyampaikan khutbah yang menyejukkan dan memberi pencerahan bagi masyarakat. Para peserta mendapatkan berbagai materi pembekalan, mulai dari tata cara menjadi imam yang baik, teknik penyampaian khutbah, hingga pemahaman fiqih ibadah.
Kepala Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, mengatakan bahwa peran imam dan khatib sangat strategis dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya sebagai pemimpin ibadah tetapi juga sebagai pembimbing spiritual bagi umat.
“Imam dan khatib memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing umat. Karena itu, yang perlu diperhatikan adalah kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, pemahaman keagamaan yang kuat, serta cara menyampaikan pesan dakwah yang bijak dan menyejukkan,” ujar Murdanil.
Ia menambahkan bahwa melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan kompetensi serta menjadi teladan dalam kehidupan beragama di tengah masyarakat.
Pelaksanaan pelatihan berlangsung selama tiga hari dengan metode penyampaian materi, diskusi, serta praktik langsung dalam memimpin salat dan menyampaikan khutbah. Para peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berdialog dengan narasumber guna memperdalam pemahaman mereka terkait tugas dan tanggung jawab sebagai imam dan khatib.
Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sebagaimana yang selalu disampaikan oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual masyarakat.
Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir imam dan khatib yang kompeten, berintegritas, serta mampu menjadi agen pemersatu umat. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pembinaan keagamaan demi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis, religius, dan sejahtera.
(*)






