BI Pastikan Utang Luar Negeri Aman

0
96

BI_1Mapos, Jakarta – Pemerintah menjamin rasio utang yang mencapai 34% dari produk domestik bruto (PDB) masih aman, bahkan relatif jauh dari batas maksimal yang ditetapkan UU No. 13 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) merilis posisi utang luar negeri (ULN) pada triwulan III 2017 sebesar USD343,1 miliar atau tumbuh 4,5% (yoy).

“Rasio ULN Indonesia terhadap PDB pada akhir triwulan III 2017 tercatat stabil di kisaran 34% dan bahkan menurun jika dibandingkan dengan triwulan III 2016 yang sebesar 36%,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman di Jakarta, Senin (20/11/2017).

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Berdasarkan kelompok peminjam, pertumbuhan ULN dikontribusi terutama oleh ULN sektor swasta yang tumbuh 0,6% (yoy) setelah pada triwulan sebelumnya terkontraksi 1,7% (yoy). Sementara itu, ULN publik (pemerintah dan bank sentral) tumbuh 8,5% (yoy), lebih tinggi dari 7,3% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Perkembangan ULN ini sejalan dengan kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur.

Berdasarkan jangka waktu, komposisi ULN Indonesia pada akhir triwulan III 2017 tetap didominasi oleh ULN jangka panjang. ULN berjangka panjang memiliki pangsa 86,2% dari total ULN dan pada akhir triwulan III 2017 tumbuh 3,4% (yoy), meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 1,5% (yoy).

“ULN berjangka pendek tercatat tumbuh 11,6% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan akhir triwulan sebelumnya sebesar 10,5% (yoy),” tambahnya.

Menurut sektor ekonomi, posisi ULN swasta pada akhir triwulan III 2017 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, listrik, gas dan air bersih (LGA), serta pertambangan. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 77,0%, relatif sama dengan pangsa triwulan sebelumnya.

(*)

 

 

 

Sumber : wartaekonomi.co.id

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.