Bejad, 10 Tersangka Ini ‘Menggilir’ Seorang Gadis Dibawah Umur

0
462

Mapos, Pasangkayu – Kapolres Pasangkayu AKBP Leo H.Siagian S.I.K, M.Sc didampingi Waka Polres Kompol Ade Chandra C.Y, Kasat Reskrim dan Kanit PPA pimpin release kasus persetubuhan yang diduga dilakukan oleh 10 orang tersangka.

Release kasus tersebut digelar di ruangan Media Center Humas Polres Pasangkayu yang dihadiri awak media dengan menghadirkan 5 orang tersangka. Sedangkan 5 orang lainnya tidak dihadirkan karena masih dibawah umur, Kamis (06/05/2021).

AKBP Leo mengungkapkan, 10 tersangka melakukan persetubuhan dengan korban A (15) yang dilakukan beberapa kali di TKP yang berbeda .

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

TKP pertama dilakukan pada tanggal 14 April 2021 di Jalan Tanjung Cina Desa Bambakoro, TKP kedua dilakukan pada tanggal 27 April 2021 di Desa Karave dan TKP Ketiga dilakukan pada tanggal 29 April 2021 di kamar mandi SD Inpres Karave.

“Tersangka ada yang melakukan 1 kali dan 2 kali. Adapun modus pelaku dengan cara menjemput korban, kemudian dibawa ke TKP dan dipaksa untuk melakukan hubungan seksual dengan para tersangka secara bergantian. Motif pelaku melakukan perbuatan tersebut untuk melampiaskan nafsunya,” tutur Kapolees.

Aksi tersangka tersebut terungkap ketika orang tua korban melihat perubahan sikap korban dan mendesaknya untuk mengungkap penyebabnya. Setelah itu melaporkan kejadian ke polisi.

Asa 3 laporan Orang tua korban. 1 ke Polsek Baras dan 2 laporan Polres Pasangkayu. Tidak lama berselang, polisi langsung bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap para tersangka.

“Para tersangka kami sangkakan dengan pasal 81 ayat (1) dan (2) Jo Pasal 76D Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang Jo Pasal 55 ayat (1) ke -1e KUHPidana. Dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun, paling lama 15 tahun penjara dan denda paling banyak lima milyar rupiah,” tutupnya.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.