Bapperida Sulbar Siap Gelar Konreg PDRB Kasulampua

Mapos, Mamuju — Hadir dalam Dialog Interaktif Halo Sulbar di RRI Mamuju pada Selasa (14/5/2024), Kepala Bapperida Sulbar Junda Maulana menyebut telah mempersiapkan pelaksanaan Konsultasi Regional (Konreg) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua (Kasulampua) Tahun 2024 sebaik mungkin bersama BPS Sulbar, Bank Indonesia Perwakilan Sulbar, dan Kantor Wilayah Ditjen Perbendaraan Sulbar.

“Insya Allah kesiapan kita ini sudah 90 persen, kita berharap besok sudah 99 persen. 1 persennya kita menyerahkan diri kepada Allah. Secara kapasitas kami selaku manusia insyaallah kami sudah mempersiapkan sebaik mungkin.” kata Junda saat ditanya mengenai kesiapan pemerintah Sulbar dalam pelaksanaan Konreg PDRB pada 15 – 16 Mei 2024.

Sebelumnya, menjelang pelaksanaan Konreg PDRB Kasulampua 2024, Bapperida Sulawesi Barat melaksanakan rapat finalisasi teknis yang dipimpin langsung Kepala Baperida Sulbar, Junda Maulana di ruang RPJMD Bapperida Sulbar, Senin 13 Mei 2024.

Rapat dimulai dengan pemaparan Kepala Bidang PSDA Bapperida Sulbar Muhammad Nur Dadjwi yang sekaligus Ketua Penyelenggara Konreg PDRB Kasulampua. Ia menjelaskan, Konsep acara High Level Meeting (HLM), Penataan Ball Room dan Tenant di Hall Maleo Convention, Akomodasi serta penjemputan hingga materi dan perumusan kesepakatan.

Rapat yang dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik Tina Wahyufitri, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaraan Sulbar Tjahjo Purnomo, Kepala Bandara Tampa Padang Mamuju Djarot Nugroho, Perwakilan Bank Indonesia Sulbar hingga Protokoler Biro Umum Sekretariat Daerah Sulbar turut memberikan masukan dan saran guna menyukseskan pelaksanaan Konreg.

Pada rapat itu, Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Sulbar Muh. Saleh menjelaskan, rumusan nama dan isi kesepakatan Konreg PDRB Kasulampua 2024.

“Kami memberi tema Kesepakatan Konreg PDRB Kasulampua tahun 2024 yaitu Kesepakatan Manakarra. Kesepakatan dan rekomendasi yang dibuat tentunya mengacu dari tema konreg dan beberapa kebijakan transformasi ekonomi di wilayah Kasulampua, termasuk melihat beberapa substansi yang disampaikan oleh Narasumber termasuk masukan dan saran yang akan berkembang saat rapat. Melalui hal itu, diharapkan dapat dirumuskan berbagai Kebijakan untuk Pengembangan Ekonomi di Wilayah Kasulampua termasuk penguatan data sebagai evidence, kebijakan hilirisasi industri, penguatan UMKM dan dukungan potensi unggulan masing-masing daerah, dengan fokus pada sektor-sektor prioritas daerah sebagai penopang Ibu Kota Nusantara,” jelas Muh. Saleh.

(*/adv)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...