Arismunandar Tekankan agar Stakholder Terkait Mewujudkan Aksi Konvergensi Penanggulangan Stunting Secara Nyata

0
203

Mapos, Majene — Wakil Bupati Majene Arismunandar kembali menekankan komitmennya untuk melakukan percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Majene.

Ia mengajak seluruh stakaholder terkait untuk mewujudkan aksi konvergensi penanggulangan stunting secara nyata, dengan membangun program yang betul-betul terintegrasi dan juga fokus pada penanganan stunting di Kabupaten Majene.

“Saya titipkan tugas besar ini. Wujud aksi konvergensi harus kita buktikan dengan memberikan aksi nyata dan kesungguhan disetiap penentuan kebijakan,” ujarnya saat menyampaikan komitmen di kegiatan Rembuk Stunting tingkat Kabupaten Majene di Ruang Pola Kantor Bupati, Jumat (25/3/2022).

Kegiatan tersebut merupakan aksi ketiga dari delapan rencana aksi rembuk stunting tingkat Kabupaten Majene di 2022.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekertaris Daerah Majene, dua narasumber, pimpinan OPD terkait, koordinator team leader, ketua DPW Dharmawanita Persatuan, para lurah dan Kades lokus stunting, Kapus, Kepala UPTD KB, Ketua organisasi profesi dan para fasilitator program pemberdayaan.

Dikesempatan tersebut, ia bersama seluruh pihak yang terlibat juga menandatagani penyepakatan rencana kerja program kegitan perangkat daerah dalam penanganan stunting, sesuai surat keputusan Bupati terkait penetapan lokus prioritas penanganan stunting intervensi Tahun 2023.

Sementara itu Sekda Majene Ardiansyah mengatakan, kedepan perlu menciptakan inovasi dan kebijakan pada OPD Kabupaten Majene, baik yang sifatnya inspiratif, replikatif maupun inovatif sehingga menjadi kolaborasi yang efektif.

“Perlu kolaborasi yang efektif dan berkesinambungan, menjadi gerakan konvergensi yang sempurna untuk perbaikan gizi dan penurunan angka stunting,” ucapanya.

Jumlah peserta yang mengikuti rembuk stunting rencana aksi ketiga tersebut, diikuti 135 orang yang dilaksanakan secara luring dan daring.

Di tenpat sama, Sekertaris Tim Percepatan Penurunan stunting Kabupaten Majene dr. Hj. Wahida menjelaskan hasil dari kegiatan Rembuk Stunting menjadi dasar gerakan penurunan stunting melalui integrasi program/kegiatan yang dilakukan antar OPD penanggung jawab layanan dan partisipasi masyarakat.

Dikatakan outputnya, selain komitmen penurunan stunting yang ditandatangani oleh Bupati/Walikota, perwakilan DPRD, kepala desa, pimpinan OPD dan perwakilan sektor nonpemerintah dan masyarakat, juga akan di rumuskan rencana kegiatan intervensi gizi terintegrasi penurunan stunting yang telah disepakati oleh lintas sektor untuk dimuat dalam RKPD/Renja OPD tahun berikutnya.

“Kita sangat berharap, OPD yang menjadi penanggung jawab di setiap rencana aksi, berkomitmen menjalankan tugasnya sehingga upaya penurunan stunting bisa signifikan,” ujarnya.

Dikerahui, dalam kegiatan aksi III rembuk stunting tersebut dibagi dalam tiga sesi. Pada seesi pertama dibahas Rencana Aksi Nasional Penurunan Angka Stunting di Sulawesi Barat (RAN PASTI) oleh Nuryamin, S.TP, MM, lalu disesi kedua di isi dengan materi Intervensi Gizi Spesifik pada Rumah Tangga Beresiko Stunting oleh Prof. DR. Dr. H. Abd. Razak Thaha, MSc (Pakar Perguruan Tinggi) dan sesi terakhir dibawakan oleh Andi Erfanji, SKM, M.Kes (Co-Team Leader Iney Region 5 Sulawesi Ditjen Bangda Kemendagri) tentang Esensi Pelaksanaan Rembuk Stunting Kabupaten hingga Desa.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.